- Strava meluncurkan pembaruan fitur latihan kekuatan berpanduan pelatih profesional pada 16 Oktober 2026 secara bertahap.
- Pengguna dapat memanfaatkan panduan animasi gerakan, pencatatan set otomatis, serta visualisasi kelompok otot tubuh.
- Pembaruan ini bertujuan menyederhanakan pencatatan latihan beban yang pertumbuhannya sangat cepat di platform Strava.
Suara.com - Strava memperluas fitur strength training atau latihan kekuatan dengan menghadirkan rangkaian workout baru yang dirancang oleh pelatih profesional.
Pembaruan ini memungkinkan pengguna mengikuti panduan gerakan berbentuk animasi, mencatat set dan repetisi secara langsung, hingga menyimpan hasil latihan secara otomatis ke Workout Log.
Fitur baru tersebut diperkenalkan Strava pada 16 Oktober 2026 dan akan diluncurkan secara bertahap bagi pengguna berlangganan dalam beberapa minggu ke depan. Sementara itu, pengguna gratis tetap dapat mencoba contoh latihan yang disediakan.
Melalui pembaruan ini, pengguna bisa mengikuti program latihan yang disusun oleh pelatih berpengalaman tanpa harus menentukan sendiri seluruh rangkaian gerakan.
Setiap gerakan dilengkapi animasi, panduan teknik atau form yang tepat, tips latihan, serta informasi kelompok otot yang menjadi sasaran.
Saat latihan berlangsung, pengguna dapat mencatat set dan repetisi secara langsung. Setelah sesi berakhir, data gerakan dan jumlah latihan tersebut otomatis tersimpan dalam aktivitas pengguna di Strava.
Pembaruan ini juga menghadirkan visualisasi kelompok otot atau muscle map yang diperbarui berdasarkan latihan yang telah dilakukan. Dengan begitu, pengguna dapat melihat bagian tubuh yang terlibat dalam sesi latihan mereka.
Latihan Beban Makin Diperhatikan Pengguna
Strava menyebut latihan kekuatan menjadi salah satu jenis aktivitas yang pertumbuhannya paling cepat di platform tersebut.
Tren ini sejalan dengan kebutuhan pengguna yang ingin mencatat latihan beban secara lebih terperinci, seperti ketika mereka merekam aktivitas lari atau olahraga ketahanan lainnya.
Selama ini, pengguna yang ingin mendokumentasikan latihan kekuatan perlu mencatat berbagai detail, mulai dari jenis gerakan hingga jumlah set dan repetisi.
Melalui fitur baru tersebut, Strava berupaya menyederhanakan proses pencatatan sekaligus memberikan panduan bagi pengguna yang belum terbiasa melakukan latihan beban.
Ketersediaan program latihan yang dirancang pelatih juga ditujukan untuk membantu pengguna menentukan titik awal ketika ingin membangun rutinitas latihan kekuatan.
Selain memperbarui fitur latihan beban, Strava menambahkan workout lari baru untuk memperluas pilihan latihan berpanduan di platformnya.
Strava Siapkan Fitur Latihan yang Lebih Personal
Pengembangan fitur latihan kekuatan tidak berhenti pada rangkaian workout baru. Strava berencana menghadirkan lebih banyak program latihan sebelum akhir 2026.

Perusahaan juga menyiapkan fitur yang memungkinkan pengguna mencatat set dan repetisi dengan mengunggah tangkapan layar atau screenshot program latihan, termasuk yang tersimpan di aplikasi catatan pada ponsel.
Fitur tersebut diharapkan mempermudah pengguna memindahkan program latihan yang sudah dimiliki ke dalam pencatatan aktivitas Strava. Selain itu, perusahaan berencana menghadirkan opsi untuk membuat program workout sendiri.
Strava juga akan memperluas integrasi dengan mitra agar data latihan beban dapat tersinkronisasi secara otomatis dari platform lain yang digunakan pengguna.