- By.U menyelenggarakan program Korea Kaja! Vol.3 yang sukses menjaring sekitar 2.000 video submission Random Play Dance.
- Rangkaian kompetisi yang mencakup lima kota tersebut berhasil menjangkau sepuluh ribu penonton langsung dan enam puluh ribu penonton online.
- Grand Final acara ini menghadirkan juri internasional asal Korea, Khloe Kim, bersama juri lokal untuk menilai para finalis.
Suara.com - Platform digital kini tidak hanya menjadi sarana untuk mengakses hiburan dan berkomunikasi. Bagi anak muda, ruang digital juga berkembang menjadi tempat menunjukkan karya, menemukan komunitas, sekaligus mengubah minat menjadi pengalaman dan peluang baru.
Fenomena tersebut terlihat dari meningkatnya partisipasi anak muda dalam Korea Kaja! Vol.3 bertajuk “Dance of Dreams”.
Program yang digelar by.U, brand telekomunikasi digital dari Telkomsel, tersebut menerima sekitar 2.000 video submission Random Play Dance (RPD).
Jumlah itu meningkat sekitar 38 persen dibandingkan Korea Kaja! Vol.2 yang menerima lebih dari 1.450 submission.
Angka tersebut menjadi gambaran bagaimana platform digital dapat memperluas akses anak muda untuk menampilkan kemampuan, bahkan tanpa harus berada di pusat industri kreatif.
Korea Kaja! Vol.3 sendiri tidak hanya mengandalkan ruang digital. Rangkaian program digelar di lima kota, yakni Jakarta, Pontianak, Palembang, Solo, dan Bandung, dengan dukungan lebih dari 20 mitra komunitas.
Secara keseluruhan, kegiatan tersebut menjangkau sekitar 10.000 penonton secara langsung dan lebih dari 60.000 penonton secara online.
Perpaduan ruang digital dan aktivitas offline menjadi penting karena komunitas tidak lagi terbatas pada satu lokasi.
Anak muda dapat menemukan minat yang sama melalui internet, kemudian mengembangkannya melalui pertemuan, kompetisi, hingga kolaborasi secara langsung.
Head of by.U Product Marketing Telkomsel, Herman A. Prasetyo, mengatakan masih banyak anak muda yang memiliki passion terhadap K-pop dan dance, tetapi belum mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka.
“Banyak anak muda Indonesia punya passion besar terhadap K-pop dan dance, tetapi belum semuanya memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan dan melangkah lebih jauh. Korea
Kaja! kami hadirkan sebagai platform untuk berpartisipasi, mendapatkan pengalaman baru, dan membuka peluang nyata,” ujar Herman di Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Menurut dia, tingginya antusiasme pada penyelenggaraan tahun ini memperkuat upaya untuk membawa kesempatan tersebut lebih dekat dengan talenta dari berbagai daerah.
Ketika K-Culture Menjadi Ekosistem Kreatif
Besarnya jumlah submission juga memperlihatkan bahwa konsumsi K-Culture di kalangan anak muda tidak berhenti pada aktivitas sebagai penonton.