- Midea menerapkan standar ISO 9001:2015 untuk mengatur proses bisnis, audit internal, serta evaluasi risiko operasional secara berkala.
- Midea meresmikan fasilitas produksi seluas lebih dari 200.000 meter persegi di Indonesia pada tahun 2026.
- Midea Indonesia menyediakan layanan purnajual yang didukung lebih dari 300 area servis dan 500 teknisi profesional.
Suara.com - Di tengah persaingan industri elektronik, menjaga kualitas produk bukan satu-satunya tantangan bagi produsen. Proses produksi, distribusi, hingga layanan purnajual juga perlu berjalan konsisten agar produk bisa sampai ke tangan konsumen tepat waktu dan mendapat dukungan layanan yang memadai.
Salah satu pendekatan yang digunakan untuk menjaga konsistensi tersebut adalah sistem manajemen mutu. Midea menerapkan standar ISO 9001:2015 untuk menata proses bisnis, memperkuat pengendalian operasional, serta mengevaluasi risiko yang berpotensi menghambat kinerja perusahaan.
Penerapan standar ini mencakup dokumentasi prosedur kerja, penetapan sasaran mutu, audit internal, hingga evaluasi berkala. Dengan alur kerja yang terukur, perusahaan dapat memantau kesesuaian proses terhadap standar dan menentukan langkah perbaikan ketika ditemukan masalah.
Dalam industri elektronik, pengendalian proses menjadi penting karena rantai operasional tidak berhenti di tahap produksi. Produk juga harus melewati penyimpanan, pengiriman, distribusi, dan layanan setelah pembelian.
Rantai Pasok Jadi Bagian dari Pengendalian Mutu
Midea menerapkan prosedur operasional untuk mengendalikan proses logistik, mulai dari pengiriman barang dari pabrik ke gudang hingga distribusi kepada konsumen. Setiap tahapan mengikuti prosedur yang ditetapkan agar alur pengiriman lebih teratur dan ketepatan waktu dapat dijaga.
Prosedur yang jelas juga membantu perusahaan menentukan tanggung jawab setiap bagian, memantau pelaksanaan pekerjaan, serta mengurangi risiko penyimpangan.
Hal ini penting untuk menjaga kelancaran rantai pasok, terutama ketika perusahaan harus menangani berbagai kategori produk elektronik dan kebutuhan distribusi yang berbeda.
Untuk mengevaluasi penerapan prosedur, perusahaan melakukan audit internal guna mengidentifikasi ketidaksesuaian dan memastikan proses berjalan sesuai standar. Hasil pemeriksaan menjadi dasar tindakan korektif dan perbaikan operasional.
Evaluasi Risiko untuk Menjaga Kinerja Operasional
Selain mengendalikan proses yang sedang berjalan, sistem manajemen mutu juga mendorong perusahaan memetakan risiko dan peluang secara berkala.
Langkah ini membantu perusahaan mengenali potensi hambatan yang dapat memengaruhi pencapaian target bisnis.
Melalui identifikasi dan evaluasi tersebut, perusahaan dapat menyiapkan langkah pencegahan, meminimalkan dampak risiko, serta menentukan bagian operasional yang perlu ditingkatkan.
Keputusan pun dapat dibuat dengan mengacu pada prosedur dan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Midea menyebut pendekatan ini sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.
Dokumentasi proses, penerapan prosedur operasional, audit internal, dan evaluasi risiko digunakan untuk menilai efektivitas kerja sekaligus menentukan langkah pembenahan.
Dukung Operasional Produksi Elektronik di Indonesia

Midea telah hadir di Indonesia sejak 2010 dan menawarkan beragam produk elektronik rumah tangga, mulai dari AC, kulkas, mesin cuci, hingga air cooler.
Pada 2026, perusahaan ini meresmikan fasilitas produksi elektronik dengan luas total lebih dari 200.000 meter persegi.
Fasilitas tersebut mencakup lini produksi AC, kulkas, dan mesin cuci, serta menjadi bagian dari upaya meningkatkan produksi dalam negeri dan membangun rantai pasok yang lebih efisien.
Di sisi layanan, Midea Indonesia didukung lebih dari 300 area servis dan 500 teknisi profesional.
Layanan purnajualnya mencakup garansi hingga 10 tahun untuk produk AC, bebas biaya servis dan suku cadang selama masa garansi, serta penggantian unit baru untuk model tertentu sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Dengan cakupan operasional dari produksi hingga layanan konsumen, konsistensi prosedur menjadi salah satu faktor yang perlu dijaga.
Sistem manajemen mutu dapat membantu perusahaan mengendalikan proses tersebut, meski efektivitasnya tetap bergantung pada penerapan dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan.