Indonesia Perkuat Talenta AI dan Keamanan Siber untuk Dorong Ekonomi Digital

Dythia Novianty

Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:14 WIB
Indonesia Perkuat Talenta AI dan Keamanan Siber untuk Dorong Ekonomi Digital
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah dalam pembukaan AI, Cybersecurity, and Innovation Exchange (AICX) 2026, bagian dari rangkaian Bali Tech Week 2026, Selasa (20/10/2026). [Komdigi]
baca 10 detik
  • Dirjen Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah menyatakan Indonesia harus memperkuat talenta kecerdasan buatan dan keamanan siber.
  • Pernyataan tersebut disampaikan dalam pembukaan AICX 2026 di Bali Tech Week pada Selasa, 20 Oktober 2026.
  • Pengembangan ekosistem digital memerlukan investasi talenta, prinsip keamanan sejak awal, serta kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

Suara.com - Indonesia perlu memperkuat pengembangan talenta kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan keamanan siber untuk membangun ekosistem digital yang tepercaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, pemanfaatan AI tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur dan adopsi teknologi.

Kesiapan sumber daya manusia serta kemampuan melindungi data juga menjadi faktor penting agar teknologi tersebut dapat memberikan manfaat secara luas.

“Keamanan siber merupakan investasi strategis untuk pertumbuhan dan inovasi,” ujar Edwin dalam pembukaan AI, Cybersecurity, and Innovation Exchange (AICX) 2026, bagian dari rangkaian Bali Tech Week 2026, Selasa (20/10/2026).

Menurut Edwin, pengembangan ekosistem digital perlu disertai investasi dalam mencetak insinyur AI, profesional keamanan siber, ilmuwan data, pembuat kebijakan, hingga tenaga pendidik.

Ketersediaan talenta tersebut dibutuhkan untuk mendukung inovasi sekaligus mengantisipasi risiko yang muncul seiring perkembangan teknologi.

Keamanan Siber Jadi Fondasi Pengembangan AI

Edwin menekankan pentingnya menerapkan prinsip safety by design, yakni memasukkan aspek keamanan sejak tahap awal pengembangan teknologi, bukan sekadar menambahkan perlindungan setelah sistem digunakan.

Pendekatan tersebut dinilai penting untuk melindungi pengguna dari ancaman serangan siber, menjaga kepercayaan publik, serta mendukung pemanfaatan teknologi baru, termasuk AI dan komputasi kuantum.

baca juga

Ia menjelaskan, keamanan siber tidak semestinya hanya dipandang sebagai sabuk pengaman yang berfungsi ketika terjadi insiden.

Lebih dari itu, keamanan siber berperan sebagai sistem pengendalian, peringatan, dan navigasi yang membantu organisasi mengelola aktivitas digital serta memastikan data dipindahkan dan digunakan secara aman.

Risiko kebocoran data juga menjadi perhatian dalam pengembangan AI. Tanpa pengelolaan data dan sistem keamanan yang memadai, pemanfaatan teknologi berpotensi menimbulkan risiko bagi pengguna maupun organisasi.

Karena itu, perusahaan dan institusi yang mengadopsi teknologi baru perlu membangun sistem keamanan secara menyeluruh.

Langkah tersebut mencakup upaya pencegahan, pengelolaan risiko, dan perlindungan data sejak proses pengembangan hingga penerapan teknologi.

Kebutuhan Talenta AI Kian Mendesak

Selain keamanan teknologi, kesiapan tenaga kerja menjadi tantangan dalam memaksimalkan peluang ekonomi digital.

Ilustrasi Artificial Integelence (AI) (Pexels/Tara Winstead)
Ilustrasi Artificial Integelence (AI) (Pexels/Tara Winstead)

Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mengembangkan, mengelola, dan mengamankannya.

Edwin mengatakan, investasi pengembangan talenta perlu mencakup berbagai bidang, mulai dari rekayasa AI dan ilmu data hingga keamanan siber serta pendidikan. Penguatan kapasitas juga harus menjangkau tenaga kerja yang sudah memasuki dunia profesional.

Program peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling) diperlukan agar pekerja dapat menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

“Transformasi digital dapat memberikan manfaat yang lebih luas ketika masyarakat memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk berpartisipasi di dalamnya,” kata Edwin.

Pengembangan keterampilan tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam ekonomi digital. Dengan kemampuan yang relevan, tenaga kerja diharapkan dapat mengambil peran dalam pemanfaatan AI sekaligus menghadapi perubahan pola kerja akibat perkembangan teknologi.

Kolaborasi Pemerintah dan Industri Dibutuhkan

Edwin juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat sipil dalam membangun ekosistem digital yang tepercaya.

Pemerintah berperan menetapkan arah kebijakan dan membangun kerangka aturan. Industri bertanggung jawab mengembangkan serta menerapkan solusi teknologi, sementara akademisi berkontribusi melalui penelitian dan pengembangan pengetahuan.

Di sisi lain, masyarakat sipil berperan mendorong akuntabilitas sekaligus memastikan perspektif publik turut dipertimbangkan dalam pengembangan teknologi.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diperlukan agar inovasi digital tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga memperhatikan keamanan, kepercayaan, dan kepentingan masyarakat.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah dalam pembukaan Bali Tech Week 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026). [Suara.com/Dythia]
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah dalam pembukaan Bali Tech Week 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026). [Suara.com/Dythia]

“Indonesia merupakan pasar yang besar bagi teknologi digital. Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat perannya sebagai pencipta inovasi,” ujarnya.

Edwin menambahkan, peluang tersebut perlu ditopang investasi berkelanjutan dalam penguatan kapasitas nasional, disertai kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkolaborasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Paket Internet Naik, Komdigi Evaluasi Penerapan Tarif Operator Seluler

Harga Paket Internet Naik, Komdigi Evaluasi Penerapan Tarif Operator Seluler

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Perlindungan Sisa Kuota Dinilai Belum Maksimal, Komdigi Evaluasi Operator Seluler

Perlindungan Sisa Kuota Dinilai Belum Maksimal, Komdigi Evaluasi Operator Seluler

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Kuota Hangus Belum Tuntas, Komdigi Soroti Paket Telkomsel, Indosat, dan XL

Kuota Hangus Belum Tuntas, Komdigi Soroti Paket Telkomsel, Indosat, dan XL

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Bukan Lagi Rebut Infrastruktur, Ini Tantangan Kedaulatan Digital Indonesia

Bukan Lagi Rebut Infrastruktur, Ini Tantangan Kedaulatan Digital Indonesia

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 08:50 WIB

184 Ribu Akun Anak Sudah Dinonaktifkan Meta, Meutya Minta Diperluas ke Usia 16 Tahun

184 Ribu Akun Anak Sudah Dinonaktifkan Meta, Meutya Minta Diperluas ke Usia 16 Tahun

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 10:37 WIB

Microsoft Kucurkan 1,7 Miliar Dolar AS ke Indonesia, Meutya Dorong RI Jadi Hub AI ASEAN

Microsoft Kucurkan 1,7 Miliar Dolar AS ke Indonesia, Meutya Dorong RI Jadi Hub AI ASEAN

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 08:30 WIB

Terkini

Rencana Hibah Rp2,3 Miliar untuk Kampung Religi Gus Iqdam Disorot DPRD: Ponpes di Blitar Bukan Satu

Rencana Hibah Rp2,3 Miliar untuk Kampung Religi Gus Iqdam Disorot DPRD: Ponpes di Blitar Bukan Satu

Jatim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:13 WIB

KPK Ungkap Dugaan Aliran Uang Korupsi BNPB ke Prajurit TNI

KPK Ungkap Dugaan Aliran Uang Korupsi BNPB ke Prajurit TNI

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:10 WIB

5 Shio Paling Hoki Bulan November 2026 Rezeki dan Karir

5 Shio Paling Hoki Bulan November 2026 Rezeki dan Karir

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Bukan Cuma HT Karhutla, KPK Bongkar Tenda Pengungsi hingga Perahu Karet BNPB Diduga Ikut Dikorupsi

Bukan Cuma HT Karhutla, KPK Bongkar Tenda Pengungsi hingga Perahu Karet BNPB Diduga Ikut Dikorupsi

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Membangun Talenta Digital, Menjemput Peluang Kerja dari Penjuru Negeri Menuju Indonesia Emas 2045

Membangun Talenta Digital, Menjemput Peluang Kerja dari Penjuru Negeri Menuju Indonesia Emas 2045

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Sembunyi-sembunyi? MAKI Sebut Nusron Wahid Sudah Ngantor di ATR/BPN tapi Mobil Parkir di Belakang

Sembunyi-sembunyi? MAKI Sebut Nusron Wahid Sudah Ngantor di ATR/BPN tapi Mobil Parkir di Belakang

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:05 WIB

The Uprising dan Percikan Api Pemberontakan Rakyat

The Uprising dan Percikan Api Pemberontakan Rakyat

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Buat Agensi Baru, Jihyo TWICE Tinggalkan JYP Entertainment Setelah 21 Tahun

Buat Agensi Baru, Jihyo TWICE Tinggalkan JYP Entertainment Setelah 21 Tahun

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG hingga Danantara Dominasi 12,2 Juta Percakapan Digital

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG hingga Danantara Dominasi 12,2 Juta Percakapan Digital

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Gaji Boleh Imut, tapi Gaya Harus Berkelas: Review Buku Secrets of Six-Figure Women

Gaji Boleh Imut, tapi Gaya Harus Berkelas: Review Buku Secrets of Six-Figure Women

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:00 WIB

×