Suara.com - Selain drama dan romansa, elemen komedi menjadi daya tarik utama, terutama dengan kehadiran Arif Brata dan Fajar Sadboy.
Arif, yang memerankan karakter bernama sama, mengaku perannya cukup rumit karena berada di fase pencarian jati diri sembari menghadapi tekanan asmara.
Uniknya, Arif menyebut bahwa tantangan terberat selama syuting bukanlah skrip, melainkan keberadaan Fajar Sadboy.
"Tantangannya di series ini paling 'menjinakkan' Fajar saja di lokasi syuting. Anehnya dia, anak ini bukan aneh ya, dia unik. Berbeda dari yang lain," cerita Arif sembari tertawa.
Dia mencontohkan tingkah Fajar yang kerap memancing tawa di saat yang tidak terduga, bahkan saat kamera sudah tidak menyorotnya.
Hal senada diungkapkan oleh sang sutradara, Anisa Meutia. Menghadapi dinamika para pemain muda ini, Anisa mengaku harus ekstra sabar namun menikmati prosesnya.
"Awalnya saya pikir enggak (aneh), ternyata iya. Jadi ya sudah terima saja. Tuhan menciptakan Fajar untuk menjadi ladang pahala bagi para umatnya," canda Anisa yang disambut gelak tawa para pemain.
Meski demikian, kehadiran Fajar diakui berhasil mencairkan suasana di tengah jadwal syuting yang padat dan cuaca Desember yang tidak menentu.