Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

Lion Group Kucurkan Rp7 Triliun di Batam Hingga 2025

Liberty Jemadu | Suara.com

Sabtu, 27 Februari 2016 | 04:05 WIB
Lion Group Kucurkan Rp7 Triliun di Batam Hingga 2025
Ilustrasi pesawt-pesawat milik maskapai Lion Air (Shutterstock).

Suara.com - Batam Aero Technic (BAT), anak perusahaan Lion Group yang bergerak di bidang perawatan pesawat (MRO) akan berinvestasi mencapai Rp7 triliun hingga 2025 mendatang di Batam.

Direktur Utama Batam Aero Technic Romdani di Jakarta, Jumat (26/2/2016) mengatakan investasi tersebut termasuk pengembangan hanggar dan pembangunan hanggar baru, seperti hanggar pengecatan pesawat.

"Secara total pengembangan hanggar plus fasilitas yang sekarang 28 hektar itu minimal 500 juta dolar atau sekitar Rp7 triliun sampai 2025," katanya.

Dia mengatakan untuk investasi tahun ini, pihaknya telah menggelontorkan dana sebesar 40 juta dolar AS.

Dengan pengembangan kapasitas hanggar, dia mengatakan nantinya fasilitas itu akan memuat 50 pesawat berbadan sempit (narrow body).

"Kalau untuk wide body (pesawat berbadan lebar) saat ini hanya mampu menampung empat saja," katanya.

Romdani juga mengatakan pihaknya akan memperluas pasar perawatan pesawat kepada maskapai lain dan di luar negeri, sementara saat ini baru dimanfaatkan oleh maskapai Lion Group, yaitu Lion Air, Batik Air dan Wings Air.

"Mereka sudah minta karena memang belum banyak yang kita terima paling kita berikan slot hanggar untuk Asialink dan ada juga dari Rusia mau pinjam sekitar tiga hari," katanya.

Romdani mengungkapkan alasan belum dibukanya jasa perawatan pesawat untuk maskapai lain karena untuk perawatan pesawat Lion Group sendiri jumlahnya sudah banyak.

"Nanti kita ambil pasar dari luar, saya siapkan 30 persen pasar dari luar," katanya.

Selain itu, ekspansi bisnis yang sudah dilakukan melalui kerja sama dengan maskapai lain, yakni dengan maskapai asal Jerman, Lufthansa.

Dia mengatakan kerja sama tersebut berupa perawatan mesin "turboprop" dengan nilai kontrak mencapai 10 juta dolar AS dalam jangka waktu lima tahun.

"Lufthansa akan membawa fasilitasnya ke sini, mesin yang mereka punya akan dirawat di kita tentunya dengan pengawasan mereka," katanya.

Romdani mengungkapkan pemindahan perawatan Lufthansa ke BAT tersebut karena Lufthansa ingin menghemat biaya karena upah teknisi di Indonesia masih murah.

"Di sana upahnya 100 dolar AS per orang per jam, di sini masih 10 dolar AS, mereka bisa 'saving' (menghemat)," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wings Air Kini Buka Rute Baru Penerbangan Lombok-Bima

Wings Air Kini Buka Rute Baru Penerbangan Lombok-Bima

Bisnis | Selasa, 23 Februari 2016 | 20:29 WIB

Perketat Keamanan Penerbangan, Lion Group Gandeng Kepolisian

Perketat Keamanan Penerbangan, Lion Group Gandeng Kepolisian

Bisnis | Jum'at, 19 Februari 2016 | 14:36 WIB

Terkini

Suku Bunga Goyang Daya Beli, Pasar Properti 2026 Kini Lebih Rasional

Suku Bunga Goyang Daya Beli, Pasar Properti 2026 Kini Lebih Rasional

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:13 WIB

Tudingan Duit Bank Dipakai untuk Biayai Program Prioritas Pemerintah Terlalu Tendensius

Tudingan Duit Bank Dipakai untuk Biayai Program Prioritas Pemerintah Terlalu Tendensius

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:09 WIB

Sengkarut MinyaKita: Antara Kelangkaan, Birokrasi BUMN, dan Rencana Kenaikan Harga

Sengkarut MinyaKita: Antara Kelangkaan, Birokrasi BUMN, dan Rencana Kenaikan Harga

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:07 WIB

Waskita Beton Precast (WSBP) Kantongi Pendapatan Rp395 Miliar

Waskita Beton Precast (WSBP) Kantongi Pendapatan Rp395 Miliar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 17:56 WIB

SMBC Indonesia Catat Penyaluran Kredit Rp191,8 Triliun di Q1-2026

SMBC Indonesia Catat Penyaluran Kredit Rp191,8 Triliun di Q1-2026

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 17:51 WIB

Alasan IHSG Ambruk 3% dan 701 Saham Merah Hari Ini

Alasan IHSG Ambruk 3% dan 701 Saham Merah Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 17:26 WIB

Menkeu Purbaya Bongkar Alasan Copot Febrio dan Luky: Ada 'Noise' Internal!

Menkeu Purbaya Bongkar Alasan Copot Febrio dan Luky: Ada 'Noise' Internal!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 16:54 WIB

BTN Tak Bagikan Dividen, Laba Bersih Ditahan untuk Perkuat Modal

BTN Tak Bagikan Dividen, Laba Bersih Ditahan untuk Perkuat Modal

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 16:24 WIB

Babah Alun Rayakan Kemenangan Gugatan CMNP Terhadap Hary Tanoe dan MNC

Babah Alun Rayakan Kemenangan Gugatan CMNP Terhadap Hary Tanoe dan MNC

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 16:11 WIB

Berkat Bantuan BI Rupiah Akhirnya Bangkit, Ditutup ke Level Rp 17.228

Berkat Bantuan BI Rupiah Akhirnya Bangkit, Ditutup ke Level Rp 17.228

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 16:08 WIB