Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.745.000
Beli Rp2.600.000
IHSG 5.342,137
LQ45 527,078
Srikehati 259,301
JII 319,450
USD/IDR 18.166

Berkat Bantuan BI Rupiah Akhirnya Bangkit, Ditutup ke Level Rp 17.228

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Jum'at, 24 April 2026 | 16:08 WIB
Berkat Bantuan BI Rupiah Akhirnya Bangkit, Ditutup ke Level Rp 17.228
Rupiah Akhirnya bisa bangkit dari keterpurukan setelah BI melakukan intervensi [Antara]
  • Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp17.228 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, 24 April 2026.
  • Penguatan tersebut terjadi setelah Bank Indonesia melakukan intervensi aktif di pasar sekunder untuk menjaga mata uang.
  • Kondisi mata uang Asia bervariasi dengan rupiah tetap berisiko tertekan akibat tingginya harga minyak mentah dunia.

Suara.com - Nilai tukar rupiah perlahan mulai bangkit pada penutupan Jumat, 24 April 2026. Hal Ini setelah Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi dengan mengguyur sejumlah dana. 

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup Rp 17.228 per dolar AS atau menguat 0,33 persen dari perdagangan Kamis (23/4/2026) di level Rp17.286. 

Sementara itu kurs Jisdor melaporkan rupiah ada di level 17.278.

Sedangkan, mayoritas mata uang Asia bervariasi. Salah satunya dolar Taiwan ditutup menguat 0,19 persen. Disusul, ringgit Malaysia yang terangkat 0,09 persen.

Selanjutnya ada baht Thailand yang menguat 0,06 persen dan dolar Singapura terkerek 0,05 persen. Lalu yen Jepang menguat tipis 0,02 persen. 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus merosot hingga melampaui level psikologis baru. Gemini AI
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus merosot hingga melampaui level psikologis baru. Gemini AI

Sementara itu, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ditutup anjlok 0,39 persen. 

Lalu ada won Korea Selatan terkikis 0,21 persen dan rupee India tergelincir 0,17 persen. Diikuti, dolar Hong Kong yang turun 0,05 persen. Kemudian, yuan China melemah tipis 0,04 persen terhadap the greenback di sore ini. 

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa Bank Indonesia terus mengintervensi rupiah agar tidak melemah lebih dalam.

"Intervensi BI, sehari sebelumnya Gubernur BI sudah menyampaikan akan mengintesifikasi imtervensi menjaga rupiah," katanya saat dihubungi Suara.com.

Lukman menuturkan, rupiah masih akan bisa tertekan dikarenakan harga minyak dunia yang mengalami peningkatan. Untuk itu, BI akan terus mengintervensi agar mata uang Garuda tidak melemah lebih dalam.

"Dengan indeks dolar AS, imbal hasil obligasi AS dan harga minyak mentah dunia yang masih tinggi, rupiah seharusnya masih tertekan. Penguatan ini bisa berlangsung sejauh BI terus mengintervensi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasang Surut Rupiah Sejak 1998, Kurs Dolar Kembali Mendekati Level Krisis Moneter?

Pasang Surut Rupiah Sejak 1998, Kurs Dolar Kembali Mendekati Level Krisis Moneter?

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 15:29 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat Tipis ke Rp17.284 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini Menguat Tipis ke Rp17.284 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:39 WIB

BI Guyur Insentif Rp427,9 Triliun Buat Perbankan, Bank Asing Juga Kebagian

BI Guyur Insentif Rp427,9 Triliun Buat Perbankan, Bank Asing Juga Kebagian

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:26 WIB

Terkini

DPR Kumpulkan Bos Himbara, Bahas Rencana Buyback Saham BUMN saat Harga Murah

DPR Kumpulkan Bos Himbara, Bahas Rencana Buyback Saham BUMN saat Harga Murah

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:38 WIB

Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?

Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24 WIB

CFX Dorong Kedaulatan Ekosistem Aset Kripto Nasional Lewat Inovasi dan Infrastruktur Digital

CFX Dorong Kedaulatan Ekosistem Aset Kripto Nasional Lewat Inovasi dan Infrastruktur Digital

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:51 WIB

Cabai Tembus Rp78.850, Bawang dan Beras Ikut Naik, Tekanan Harga Pangan Makin Berat

Cabai Tembus Rp78.850, Bawang dan Beras Ikut Naik, Tekanan Harga Pangan Makin Berat

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:39 WIB

Minerba Sempat Dihantui Ketidakpastian, Industri Lega Pemerintah Batalkan Skema Gross Split

Minerba Sempat Dihantui Ketidakpastian, Industri Lega Pemerintah Batalkan Skema Gross Split

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:35 WIB

Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel

Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:26 WIB

Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar AS ke Level Rp18.144, Apa Untungnya untuk Ekonomi?

Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar AS ke Level Rp18.144, Apa Untungnya untuk Ekonomi?

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:55 WIB

Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat

Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:31 WIB

Flexi Gold Bank Mega Syariah Melonjak 1.688 Persen, Pembiayaan Emas Tembus Rp43 Miliar

Flexi Gold Bank Mega Syariah Melonjak 1.688 Persen, Pembiayaan Emas Tembus Rp43 Miliar

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:29 WIB

Sempat Dibuka Hijau, IHSG Akhirnya Berlanjut Melemah

Sempat Dibuka Hijau, IHSG Akhirnya Berlanjut Melemah

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:22 WIB