Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

Berkat Bantuan BI Rupiah Akhirnya Bangkit, Ditutup ke Level Rp 17.228

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 24 April 2026 | 16:08 WIB
Berkat Bantuan BI Rupiah Akhirnya Bangkit, Ditutup ke Level Rp 17.228
Rupiah Akhirnya bisa bangkit dari keterpurukan setelah BI melakukan intervensi [Antara]
  • Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp17.228 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, 24 April 2026.
  • Penguatan tersebut terjadi setelah Bank Indonesia melakukan intervensi aktif di pasar sekunder untuk menjaga mata uang.
  • Kondisi mata uang Asia bervariasi dengan rupiah tetap berisiko tertekan akibat tingginya harga minyak mentah dunia.

Suara.com - Nilai tukar rupiah perlahan mulai bangkit pada penutupan Jumat, 24 April 2026. Hal Ini setelah Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi dengan mengguyur sejumlah dana. 

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup Rp 17.228 per dolar AS atau menguat 0,33 persen dari perdagangan Kamis (23/4/2026) di level Rp17.286. 

Sementara itu kurs Jisdor melaporkan rupiah ada di level 17.278.

Sedangkan, mayoritas mata uang Asia bervariasi. Salah satunya dolar Taiwan ditutup menguat 0,19 persen. Disusul, ringgit Malaysia yang terangkat 0,09 persen.

Selanjutnya ada baht Thailand yang menguat 0,06 persen dan dolar Singapura terkerek 0,05 persen. Lalu yen Jepang menguat tipis 0,02 persen. 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus merosot hingga melampaui level psikologis baru. Gemini AI
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus merosot hingga melampaui level psikologis baru. Gemini AI

Sementara itu, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ditutup anjlok 0,39 persen. 

Lalu ada won Korea Selatan terkikis 0,21 persen dan rupee India tergelincir 0,17 persen. Diikuti, dolar Hong Kong yang turun 0,05 persen. Kemudian, yuan China melemah tipis 0,04 persen terhadap the greenback di sore ini. 

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa Bank Indonesia terus mengintervensi rupiah agar tidak melemah lebih dalam.

"Intervensi BI, sehari sebelumnya Gubernur BI sudah menyampaikan akan mengintesifikasi imtervensi menjaga rupiah," katanya saat dihubungi Suara.com.

Lukman menuturkan, rupiah masih akan bisa tertekan dikarenakan harga minyak dunia yang mengalami peningkatan. Untuk itu, BI akan terus mengintervensi agar mata uang Garuda tidak melemah lebih dalam.

"Dengan indeks dolar AS, imbal hasil obligasi AS dan harga minyak mentah dunia yang masih tinggi, rupiah seharusnya masih tertekan. Penguatan ini bisa berlangsung sejauh BI terus mengintervensi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasang Surut Rupiah Sejak 1998, Kurs Dolar Kembali Mendekati Level Krisis Moneter?

Pasang Surut Rupiah Sejak 1998, Kurs Dolar Kembali Mendekati Level Krisis Moneter?

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 15:29 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat Tipis ke Rp17.284 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini Menguat Tipis ke Rp17.284 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:39 WIB

BI Guyur Insentif Rp427,9 Triliun Buat Perbankan, Bank Asing Juga Kebagian

BI Guyur Insentif Rp427,9 Triliun Buat Perbankan, Bank Asing Juga Kebagian

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:26 WIB

Terkini

Pemerintah Tangguhkan Ekspor Minyak Mentah, Fokus Kebutuhan Dalam Negeri

Pemerintah Tangguhkan Ekspor Minyak Mentah, Fokus Kebutuhan Dalam Negeri

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 16:04 WIB

BRI Consumer Expo 2026 Tawarkan Bunga KPR 1,75% dan Hiburan Meriah

BRI Consumer Expo 2026 Tawarkan Bunga KPR 1,75% dan Hiburan Meriah

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 16:01 WIB

Potret Horor Ketimpangan Ekonomi: Harta 50 Triliuner RI Bertambah Rp13,48 Miliar Setiap hari

Potret Horor Ketimpangan Ekonomi: Harta 50 Triliuner RI Bertambah Rp13,48 Miliar Setiap hari

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 16:01 WIB

Hari Bumi 2026, Telkom Pertegas Langkah Strategis Menuju Masa Depan Berkelanjutan

Hari Bumi 2026, Telkom Pertegas Langkah Strategis Menuju Masa Depan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 15:57 WIB

Kisah Nasabah PNM Mekaar, Ibu Anastasia: Membangun Salon Inklusif dan Gratis untuk ODGJ

Kisah Nasabah PNM Mekaar, Ibu Anastasia: Membangun Salon Inklusif dan Gratis untuk ODGJ

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 15:41 WIB

Sambut Idul Adha, Berkurban Makin Praktis dan Nyaman lewat BRImo, Berikut Langkah-langkahnya

Sambut Idul Adha, Berkurban Makin Praktis dan Nyaman lewat BRImo, Berikut Langkah-langkahnya

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 15:37 WIB

Pasang Surut Rupiah Sejak 1998, Kurs Dolar Kembali Mendekati Level Krisis Moneter?

Pasang Surut Rupiah Sejak 1998, Kurs Dolar Kembali Mendekati Level Krisis Moneter?

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 15:29 WIB

Indonesia Impor Minyak Rusia Hingga 150 Juta Barel, Belum Cukup Sampai Akhir Tahun

Indonesia Impor Minyak Rusia Hingga 150 Juta Barel, Belum Cukup Sampai Akhir Tahun

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 15:21 WIB

Tak Cuma Outflow, Rebalancing MSCI Justru Bisa Picu Aksi Borong Saham

Tak Cuma Outflow, Rebalancing MSCI Justru Bisa Picu Aksi Borong Saham

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 14:54 WIB

Badai PHK Belum Berlalu, Nike Kembali Pangkas 1.400 Karyawan

Badai PHK Belum Berlalu, Nike Kembali Pangkas 1.400 Karyawan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 14:44 WIB