Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

Suku Bunga Goyang Daya Beli, Pasar Properti 2026 Kini Lebih Rasional

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 24 April 2026 | 18:13 WIB
Suku Bunga Goyang Daya Beli, Pasar Properti 2026 Kini Lebih Rasional
Ilustrasi properti perumahan. [Unsplash]
  • Pasar properti 2026 lebih rasional dan didominasi pembeli kategori end-user.
  • Stabilitas inflasi dan suku bunga KPR jadi kunci utama penentu permintaan rumah.
  • Infrastruktur dan reputasi pengembang kini lebih dipertimbangkan dibanding sekadar harga.

Suara.com - Wajah pasar properti Indonesia di tahun 2026 tampil beda. Bukan lagi soal aksi borong impulsif seperti era booming masa lalu, kini pasar bergerak lebih tenang, terukur, dan berbasis kebutuhan riil (end-user driven).

Kebijakan moneter ketat dari bank sentral global dalam dua tahun terakhir memang memaksa pembiayaan properti menjadi lebih selektif. Namun, di tengah bayang-bayang suku bunga, secercah harapan muncul dari inflasi domestik yang mulai jinak, memberi napas bagi daya beli masyarakat.

Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, menilai fundamental ekonomi nasional masih menjadi benteng utama. Menurutnya, konsumsi dan investasi dalam negeri tetap menjadi mesin pertumbuhan yang solid.

"Prospek ekonomi domestik kita masih cukup kuat. Prospek investasi dalam negeri juga masih cukup kuat," ujar Josua dalam Seminar Property Outlook bertajuk “Membaca Arah Perkembangan dan Peluang Pasar Properti di Tahun 2026” di Jakarta.

Josua menggarisbawahi bahwa stabilitas inflasi adalah kunci. Keputusan pemerintah menahan harga BBM bersubsidi dianggap sangat krusial dalam meredam gejolak harga yang bisa merembet ke sektor perbankan.

"Kalau inflasi terkendali, suku bunga juga diharapkan tidak naik banyak. Ini akan berpengaruh kepada KPR, karena 70 sampai 80 persen pembiayaan properti residensial ditopang oleh perbankan," imbuhnya.

Meski demikian, ia tak menampik adanya tantangan di kelas menengah. Kelompok penopang utama ini masih berjuang pulih sepenuhnya pascapandemi, dengan sebagian beralih ke sektor informal. Harapannya, kenaikan investasi dapat memicu penyerapan tenaga kerja yang nantinya mengerek daya beli properti.

Senada dengan Josua, pengamat properti Anton Sitorus melihat pasar saat ini memasuki fase yang lebih "dewasa". Jika dulu spekulasi merajalela, kini konsumen jauh lebih berhitung.

"Pasar properti hari ini lebih quiet, lebih rasional, dan lebih end-user driven," jelas Anton.

Ia memotret adanya ketimpangan performa antar segmen. Sektor industri kini menjadi primadona dan ritel mulai merangkak naik, sementara pasar apartemen masih merayap pelan. Di mata Anton, infrastruktur tetap menjadi "dewa penolong" bagi nilai properti.

"Infrastruktur itu silent multiplier. Konektivitas datang lebih dulu, baru harga mengikuti," tuturnya.

Menariknya, perilaku konsumen kini bergeser. Harga bukan lagi satu-satunya penentu. Reputasi pengembang, kualitas proyek, dan kemudahan akses transportasi publik menjadi variabel yang tidak bisa ditawar.

"Timing memang penting. Tetapi sekarang selection lebih penting. Lokasi, tipe proyek, dan siapa pengembangnya sangat dipertimbangkan," tutup Anton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SMBC Indonesia Catat Penyaluran Kredit Rp191,8 Triliun di Q1-2026

SMBC Indonesia Catat Penyaluran Kredit Rp191,8 Triliun di Q1-2026

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 17:51 WIB

Suku Bunga hingga Ego Pasar: Menakar Napas Baru Industri Properti di Tengah Ketidakpastian

Suku Bunga hingga Ego Pasar: Menakar Napas Baru Industri Properti di Tengah Ketidakpastian

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:16 WIB

BI Guyur Insentif Rp427,9 Triliun Buat Perbankan, Bank Asing Juga Kebagian

BI Guyur Insentif Rp427,9 Triliun Buat Perbankan, Bank Asing Juga Kebagian

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:26 WIB

Terkini

Tudingan Duit Bank Dipakai untuk Biayai Program Prioritas Pemerintah Terlalu Tendensius

Tudingan Duit Bank Dipakai untuk Biayai Program Prioritas Pemerintah Terlalu Tendensius

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:09 WIB

Sengkarut MinyaKita: Antara Kelangkaan, Birokrasi BUMN, dan Rencana Kenaikan Harga

Sengkarut MinyaKita: Antara Kelangkaan, Birokrasi BUMN, dan Rencana Kenaikan Harga

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:07 WIB

Waskita Beton Precast (WSBP) Kantongi Pendapatan Rp395 Miliar

Waskita Beton Precast (WSBP) Kantongi Pendapatan Rp395 Miliar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 17:56 WIB

SMBC Indonesia Catat Penyaluran Kredit Rp191,8 Triliun di Q1-2026

SMBC Indonesia Catat Penyaluran Kredit Rp191,8 Triliun di Q1-2026

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 17:51 WIB

Alasan IHSG Ambruk 3% dan 701 Saham Merah Hari Ini

Alasan IHSG Ambruk 3% dan 701 Saham Merah Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 17:26 WIB

Menkeu Purbaya Bongkar Alasan Copot Febrio dan Luky: Ada 'Noise' Internal!

Menkeu Purbaya Bongkar Alasan Copot Febrio dan Luky: Ada 'Noise' Internal!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 16:54 WIB

BTN Tak Bagikan Dividen, Laba Bersih Ditahan untuk Perkuat Modal

BTN Tak Bagikan Dividen, Laba Bersih Ditahan untuk Perkuat Modal

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 16:24 WIB

Babah Alun Rayakan Kemenangan Gugatan CMNP Terhadap Hary Tanoe dan MNC

Babah Alun Rayakan Kemenangan Gugatan CMNP Terhadap Hary Tanoe dan MNC

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 16:11 WIB

Berkat Bantuan BI Rupiah Akhirnya Bangkit, Ditutup ke Level Rp 17.228

Berkat Bantuan BI Rupiah Akhirnya Bangkit, Ditutup ke Level Rp 17.228

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 16:08 WIB

Pemerintah Tangguhkan Ekspor Minyak Mentah, Fokus Kebutuhan Dalam Negeri

Pemerintah Tangguhkan Ekspor Minyak Mentah, Fokus Kebutuhan Dalam Negeri

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 16:04 WIB