Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dua Jalur Kereta Api di Kalimantan Timur Segera Dibangun

Adhitya Himawan

Minggu, 26 Juni 2016 | 14:48 WIB
Dua Jalur Kereta Api di Kalimantan Timur Segera Dibangun
Pembangunan jalur kereta api Trans Sulawesi di Desa Telumpanua, Kecamatan Tanete Riau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Rabu (25/11). [Antara]

Pembangunan rel kereta api untuk dua jalur yakni jalur selatan dan jalur utara sudah siap dilakukan, berupa kereta api angkutan batu bara dan sumberdaya alam dari Kaltim sekaligus untuk mempercepat akses angkutan komoditas lain.

"Dua jalur ini pembangunannya dilakukan secara bertahap. Untuk jalur selatan adalah dari Kabupaten Penajam Paser Utara sepanjang 203 kilometer sampai ke Kabupaten Kutai Barat," ujar Kepala Perwakilan PT Kereta Api Borneo (KAB) M Yadi Sabian Noor di Samarinda, Minggu (26/6/2016).

Sedangkan jalur utara akan dimulai dari Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara menuju Lubug Tutung, Kabupaten Kutai Timur sepanjang 217 km.

Antara jalur selatan dan jalur utara tersebut masing-masing akan terkoneksi di perbatasan Kutai Barat dan Kutai Kartenegara. Jalur tersebut juga akan terhubung dengan kawasan ekonomi di Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) di Kutai Timur.

Jalur kereta api angkutan sumberdaya alam tersebut dihubungkan ke Maloy karena di kawasan itu juga terdapat Pelabuhan Internasional Maloy yang merupakan bagian dari Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy yang saat ini masih dikebut pembangunannya.

Menurutnya, jalur utara akan dimulai pada Desember 2016, sedangkan jalur selatan akan mulai dikerjakan pada 2017. Saat ini Rusian Railways sebagai holding company PT KAB sudah membebaskan lahan di Penajam Paser Utara sekitar 140 hektare.

Lahan seluas itu akan digunakan untuk kawasan technopark, pelabuhan, dan jalan lingkar kereta api. Tiga infrastruktur pendukung inilah yang dibangun lebih dulu oleh Rusian Railways sebagai perusahaan induk (holding company) dari PT KAB.

Dia menambahkan, rencana pembangunan kereta api Kaltim ini sudah masuk dalam daftar proyek strategis dan prioritas nasional, sehingga Pemerintah Pusat akan membantu memberikan keistimewaan khusus atas rencana pembangunan ini.

Menurutnya, investasi yang ditanamkan oleh Russian Railways untuk jaringan rel KA Borneo dan Techno Park yang menghubungkan antara Kalimantan Tengah dengan Kalimantan Timur ini sangat tinggi, yakni mencapai Rp72 triliun yang dikucurkan tiga tahap.

"Ini berarti Russian Railways sangat serius berinvestasi, karena tidak banyak investor yang berani menamkan modalnya begitu besar. Apalagi proyek ini perencanaannya dilakukan sejak Mei 2013, sedangkan secara resmi dimulai pelaksanaannya pada 19 November 2015 oleh Presiden Joko Widodo," ujar Yadi.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo telah melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama sejumlah proyek strategis di Kaltim. Salah satu yang diluncurkan adalah proyek pembangunan jalur Kereta Api (KA) Borneo pada Kamis (19/11/2016). 

Kereta Api Borneo nantinya akan menghubungkan Pelabuhan Buluminung dengan BHP Billiton's Indomet Coal Project sepanjang 352 kilometer untuk lintas selatan. Kemudian untuk lintas utara akan menghubungkan BHP Billiton's Indomet Coal Project dengan Pelabuhan Bayan sepanjang 223 kilometer. Kereta api khusus untuk mengangkut batubara. 

Proyek ini ditargetkan rampung selama lima tahun ke depan. Untuk pembangunan kereta api, sepenuhnya merupakan investasi dari Rusia, yakni Russian Railways.  (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PT KAI Butuh 1.144 Pegawai untuk Jaringan KA Trans Sulawesi

PT KAI Butuh 1.144 Pegawai untuk Jaringan KA Trans Sulawesi

Bisnis | Kamis, 24 Maret 2016 | 12:48 WIB

Jalur Kereta Trans Sumatera Dibangun Merata

Jalur Kereta Trans Sumatera Dibangun Merata

Bisnis | Rabu, 02 Maret 2016 | 19:21 WIB

Rel Kereta Penghubung Aceh, Sumut, Riau Mencapai 1.500 Km

Rel Kereta Penghubung Aceh, Sumut, Riau Mencapai 1.500 Km

Bisnis | Rabu, 02 Maret 2016 | 15:50 WIB

Jokowi Targetkan KA Trans Sulawesi Beroperasi 2018

Jokowi Targetkan KA Trans Sulawesi Beroperasi 2018

Bisnis | Rabu, 25 November 2015 | 14:49 WIB

Jokowi Hari Ini Lakukan Penambatan Rel KA Trans Sulawesi

Jokowi Hari Ini Lakukan Penambatan Rel KA Trans Sulawesi

Bisnis | Rabu, 25 November 2015 | 08:50 WIB

Terkini

Langgar Kesepakatan, Lima Bangunan Liar di Jalur Subang-Bandung Disegel

Langgar Kesepakatan, Lima Bangunan Liar di Jalur Subang-Bandung Disegel

Jabar | Senin, 24 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar

Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar

Surakarta | Senin, 24 Agustus 2026 | 05:30 WIB

Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Surakarta | Senin, 24 Agustus 2026 | 05:00 WIB

Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga

Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga

Bogor | Senin, 24 Agustus 2026 | 03:49 WIB

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

×