Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Liberty Jemadu, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:21 WIB
Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen
Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky kritik klaim pertumbuhan ekonomi 5,61 persen, karena modal asing kabur dari Indonesia dan jumlah orang miskin semakin banyak. [Antara]
baca 10 detik
  • Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky mengkritisi klaim pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 5,61 persen pada Triwulan I 2026.
  • Pertumbuhan ekonomi dinilai tidak berkualitas karena ditandai dengan fenomena keluarnya modal asing serta penurunan jumlah kelas menengah.
  • Kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat memicu kekhawatiran terhadap kredibilitas pemerintah dalam mengelola kebijakan ekonomi nasional.

Suara.com - Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Teuku Riefky mengatakan klaim pertumbuhan ekonomi pemerintah tak didukung oleh kondisi kesehateraan masyarakat.

Teuku mengatakan klaim pertumbuhan ekonomi 5,61 persen pada Triwulan I 2026 dari pemerintah dibuat ketika data menunjukkan daya beli masyarakat semakin lemah dan jumlah kelas menengah semakin berkurang karena banyak masyarakat yang turun ke kelas bawah.

Di sisi lain, klaim pertumbuhan ekonomi juga dibuat di saat modal atau investasi ramai-ramai keluar dari Indonesia. Hal ini memantik pertanyaan soal kredibilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Contoh kalau kita lihat Vietnam, Bangladesh, Maroko, Polandia itu di estimate 3 persen tiba-tiba tumbuh 3,5 dan dianggap kredibel biasanya langsung terjadi capital inflow. Artinya apa? Artinya, ekonominya perform lebih baik dan dipercaya," kata Riefky pada diskusi bertajuk '5,61% Tumbuh tapi Rapuh' yang digelar di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

"Itu bukan yang terjadi di Indonesia. Kita umumkan 5,61 persen yang terjadi adalah capital outflow," kritik Teuku.

Dijelaskannya dengan terjadi capital outflow menunjukkan pertumbuhan ekonomi tidak dirasakan oleh masyarakat. Selain itu para analis juga akan meragukan data yang dipaparkan pemerintah.

"Implikasinya apa? Implikasinya adalah isu kredibilitas. Kredibilitas ini kosnya mahal, dibangun lama. Kalau ini tidak dijaga, bisa dihancurkan secara cepat," kata Riefky.

Riefky lalu membandingkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di era Prabowo dengan di era presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo.

Pada kurun waktu 2009–2016, PDB tumbuh di kisaran 5,6 persen diikuti oleh kenaikan upah riil (daya beli) sebesar 6,3 persen, sehingga dampaknya dinikmati langsung oleh masyarakat.

baca juga

Sebaliknya, pada periode 2017–2025, walau pertumbuhan pertumbuhan PDB dilaporkan bertahan di angka 5 persen, pertumbuhan upah riil merosot hingga hanya sisa 2 persen.

"Iya kita tumbuh 5 persen tapi ternyata enggak dinikmati sebagian besar masyarakat Indonesia. Di mana daya belinya tumbuh hanya 2 persen. Nah ini yang membuat, mungkin kenapa atau kira-kira menjelaskan, kenapa kita tumbuh tapi masyarakat merasa hidupnya enggak lebih sejahtera," jelas Riefky

Dijelaskannya, tidak berkualitasnya pertumbuhan ekonomi mengakibatkan berkurangnya jumlah kelas menengah secara signifikan. Data menunjukkan kelompok kelas menengah menyusut dari 57 juta orang pada 2019 menjadi 47 juta orang pada 2025.

Penyusutan tersebut dinilai mengkhawatirkan karena kelas menengah merupakan motor utama konsumsi penggerak ekonomi, penyumbang penerimaan pajak terbesar, sekaligus kelompok masyarakat berpendidikan. Jika kelas menengah menurun, maka penerimaan pajak juga akan merosot.

Untuk itu Riefky menekankan perlunya evaluasi riil di lapangan. Dia menegaskan berapapun angka pertumbuhan ekonomi yang dirilis secara resmi, indikator yang harus dilihat adalah kondisi riil dari dari masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenko Perekonomian Bidik Sektor Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Kemenko Perekonomian Bidik Sektor Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:34 WIB

Biaya Logistik RI Membengkak, Kapal Antre Berhari-hari di Pelabuhan

Biaya Logistik RI Membengkak, Kapal Antre Berhari-hari di Pelabuhan

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:21 WIB

Belanja Negara Melonjak Rp 1.082 T April 2026, Purbaya Bantah Ekonomi Tumbuh karena Dana Pemerintah

Belanja Negara Melonjak Rp 1.082 T April 2026, Purbaya Bantah Ekonomi Tumbuh karena Dana Pemerintah

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:19 WIB

Prabowo Tanya ke Bos Parpol Hingga Ormas, Kenapa Penduduk Miskin RI Bertambah?

Prabowo Tanya ke Bos Parpol Hingga Ormas, Kenapa Penduduk Miskin RI Bertambah?

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:31 WIB

Prabowo Merasa Yakin Ekonomi RI Tumbuh Hingga 6,5% di 2027

Prabowo Merasa Yakin Ekonomi RI Tumbuh Hingga 6,5% di 2027

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:36 WIB

Terkini

Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat

Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 20:11 WIB

Pencarian Hari Ketujuh Jurnalis Hilang, Tim SAR Fokus ke Wilayah Ditemukannya Life Jacket

Pencarian Hari Ketujuh Jurnalis Hilang, Tim SAR Fokus ke Wilayah Ditemukannya Life Jacket

Video | Senin, 14 September 2026 | 20:05 WIB

Dibalik Pencopotan Purbaya: Ada Andil Bos Pajak-Bea Cukai dan Geng SMI?

Dibalik Pencopotan Purbaya: Ada Andil Bos Pajak-Bea Cukai dan Geng SMI?

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 20:03 WIB

Siswi Yang Diduga Hilang Ingatan Karena Keracunan MBG Dirujuk ke RSCM, Ahli Turun Tangan

Siswi Yang Diduga Hilang Ingatan Karena Keracunan MBG Dirujuk ke RSCM, Ahli Turun Tangan

News | Senin, 14 September 2026 | 19:58 WIB

Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus

Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:56 WIB

Kenali Identitas Bangsa Lewat Manuskrip: Perpusnas Gelar Pameran Merawat Ingatan Sepanjang September

Kenali Identitas Bangsa Lewat Manuskrip: Perpusnas Gelar Pameran Merawat Ingatan Sepanjang September

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 19:54 WIB

Kesaksian Pengasuh Daycare Little Aresha Bongkar Penipuan Fasilitas Anak

Kesaksian Pengasuh Daycare Little Aresha Bongkar Penipuan Fasilitas Anak

News | Senin, 14 September 2026 | 19:51 WIB

Sederet Pekerjaan Rumah Menkeu Suahasil: Fiskal Daerah Terjepit, MBG-KDMP Disorot

Sederet Pekerjaan Rumah Menkeu Suahasil: Fiskal Daerah Terjepit, MBG-KDMP Disorot

News | Senin, 14 September 2026 | 19:49 WIB

Lebih dari Beasiswa, PNM Bekali Anak Nasabah Mekaar Jadi Future Changemaker

Lebih dari Beasiswa, PNM Bekali Anak Nasabah Mekaar Jadi Future Changemaker

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:48 WIB

Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'

Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 19:47 WIB

×