Usai Diperiksa Polisi, Penemu Beras Plastik di Bekasi Ketakutan

Siswanto

Rabu, 20 Mei 2015 | 10:43 WIB
Usai Diperiksa Polisi, Penemu Beras Plastik di Bekasi Ketakutan
Ilustrasi beras [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Dewi Septiani, penjual bubur di Mutiara Gading, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang menemukan beras yang diduga mengandung plastik, saat ini merasa ketakutan.

Ia takut setelah kemarin, Selasa (19/5/2015), dari jam 13.00 WIB sampai jam 21.30 WIB, dimintai keterangan di kantor Polsek Bantargebang terkait seputar beras yang ditemukannya.

"Setelah pemeriksaan, saya jadi merasa takut. Ini pengalaman pertama. Saya bermaksud aware dan punya niat baik untuk menginformasikan supaya memberikan manfaat, tetapi tanggapannya beda dan berkembang terus," kata Dewi kepada suara.com, Rabu (20/5/2015).

Dewi takut kalau kemudian dia nanti yang terkena masalah hukum, padahal maksud Dewi mengunggah kasus beras yang ditemukannya ke media sosial, seperti Instagram dan Facebook, baik. Ia merasa perlu menginformasikan kasusnya ke orang lain karena ada sesuatu yang beda dari beras setelah dimasak.

Di media sosial, kata Dewi, dia mengaku sama sekali tidak bermaksud menuduh atau menyudutkan siapapun.

Sebelum Dewi ke kantor polisi, ia mendapatkan informasi bahwa dirinya hanya akan dimintai keterangan sebentar. Tapi ternyata kemudian ia diperiksa sebagai pelapor dan waktunya dari siang sampai malam.

Bahkan, setelah dimintai keterangan, salah satu alat komunikasi Dewi disita oleh polisi.

"Android saya yang ada nomor XL itu ditahan polisi karena di situ ada media Instagram, Facebook, Twitter saya," katanya.

Dewi sangat khawatir kasus ini akan mengganggu anak-anaknya yang masih kecil.  Dewi memiliki tiga anak. Anak yang pertama duduk di SMK, anak kedua duduk di bangku SD kelas lima, dan yang paling kecil usia empat tahun masih di TK.

Saat ini beras yang ditemukan Dewi sedang diteliti BPOM. Dewi berharap bisa segera keluar dari masalah ini.

Pertamakali Dewi menemukan beras yang diduga mengandung bahan plastik itu pada tanggal 13 Mei 2015. Waktu itu, ia membeli enam  liter beras di toko langganan seharga Rp8.000 per liter. Ia merasa aneh setelah beras itu diolah menjadi bubur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ciri-ciri Anda Telah Memasak Beras Plastik

Ciri-ciri Anda Telah Memasak Beras Plastik

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 06:33 WIB

Buru Pengecer Beras Plastik, Kemendag Gandeng Bareskrim

Buru Pengecer Beras Plastik, Kemendag Gandeng Bareskrim

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2015 | 22:03 WIB

Penjual Bubur Penemu Beras Plastik di Bekasi Diperiksa Polisi

Penjual Bubur Penemu Beras Plastik di Bekasi Diperiksa Polisi

News | Selasa, 19 Mei 2015 | 20:27 WIB

Waspada Beras Plastik dari Cina

Waspada Beras Plastik dari Cina

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 07:17 WIB

Terkini

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:25 WIB

Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:16 WIB

Indonesia Berduka, TNI AD Kehilangan Putra Terbaik Jenderal Ryamizard Ryacudu

Indonesia Berduka, TNI AD Kehilangan Putra Terbaik Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:06 WIB

Toko Kosmetik di Sawah Besar Digerebek, Ternyata 'Gudang' Ribuan Butir Pil Tramadol dan Hexymer

Toko Kosmetik di Sawah Besar Digerebek, Ternyata 'Gudang' Ribuan Butir Pil Tramadol dan Hexymer

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:00 WIB

Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora

Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:00 WIB

PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran

PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:42 WIB

Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD

Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:38 WIB

Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro

Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:30 WIB

Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru

Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:10 WIB

Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap

Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:00 WIB