Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru

Bangun Santoso

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:10 WIB
Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru
Potret razia kendaraan bermotor di masa orde baru (Instagram)
baca 10 detik
  • Ray Rangkuti memperingatkan bahwa kualitas praktik represif saat ini memiliki dampak yang setara dengan era Orde Baru.
  • Pemerintah diduga melakukan pembungkaman opini sistematis melalui pembatalan acara publik dan kriminalisasi terhadap pemikiran serta karya seni.
  • Strategi represif kini bertransformasi menjadi serangan buzzer digital dan stigmatisasi lawan politik dengan label antek-antek asing.

Suara.com - Pengamat Politik Ray Rangkuti memperingatkan publik untuk tidak terlena dengan klaim bahwa situasi demokrasi saat ini masih aman.

Meski secara kuantitas gejala represif dinilai baru mencapai angka 30 persen dibandingkan era Orde Baru, namun secara bobot dan kualitas, dampak yang dihasilkan bisa setara.

"Oleh karena itu cara lihatnya bukan cara lihat kuantitas. Oh, ini masih 30 masih aman, no. 30 ini bisa kualitas dan bobotnya itu sama," ujar Ray Rangkuti dalam kanal Youtube Forum Keadilan TV, Minggu (31/5/2026).

Ray menegaskan bahwa angka 30 persen tersebut tidak boleh dipandang sebelah mata. Ia melihat pola-pola pembungkaman opini sudah mulai bekerja secara sistematis melalui berbagai pembatalan acara publik.

Ia juga memaparkan beberapa fakta di lapangan yang menurutnya menjadi indikator kuat kembalinya gaya represif pemerintah. Salah satunya adalah upaya mengkriminalisasi pemikiran dan karya seni.

"Gejalanya sudah ada di 30 misalnya menyebut pidato Saiful Mujani itu adalah makar. Itu gejala-gejala ya, pemutaran film Pesta Babi ya dibatalkan di mana-mana karena alasan mengancam stabilitas atau mencatat keharmonisan satu daerah. Jadi secara umum ginilah, model pembubaran sudah mulai terjadi," jelasnya.

Selain pembubaran acara, Ray menyoroti tiga hal krusial, yaitu pengawasan ketat terhadap pidato-pidato kritis, menguatnya peran TNI di wilayah sipil, serta adaptasi cara kerja represi ke ranah digital.

Jika dulu penguasa menggunakan kekerasan fisik, kini serangan dilakukan melalui pengeroyokan opini di media sosial.

"Misalnya sekarang, sekarang ada yang baru yang yang disebut dengan serangan buzzer itu, kalau dulu kan memang enggak ada buzzer, tapi keluarga kita langsung didatangin. Langsung mendatangi dikeroyok secara fisik,” ungkap Ray.

baca juga

Menariknya, Ray melihat ada kemiripan pola dalam pemberian stigma buruk kepada pihak yang kritis terhadap pemerintah.

Jika pada era Orde Baru lawan politik dicap sebagai Partai Komunis Indonesia (PKI), kini label tersebut berubah menjadi "antek-antek asing".

"Sekarang ini kan juga terjadi dengan istilah antek-antek asing ya kan, dulu PKI yang lawan pemerintah PKI gitu, sekarang antek-antek asing,” sebut Ray.

Menurutnya, penggunaan buzzer dan stigmatisasi "antek-antek asing" ini bertujuan untuk mendelegitimasi opini-opini kritis yang sebenarnya mengandung kebenaran, sebuah strategi yang secara substansi sangat mirip dengan apa yang terjadi di masa lalu. (Reporter: Tsabita Aulia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Agenda Keliling Indonesia Jokowi, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029

Agenda Keliling Indonesia Jokowi, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029

Video | Jum'at, 29 Mei 2026 | 09:30 WIB

'Kartu Mati' MK untuk Parpol: Mengapa Keterwakilan 30 Persen Perempuan Kini Jadi Syarat Wajib?

'Kartu Mati' MK untuk Parpol: Mengapa Keterwakilan 30 Persen Perempuan Kini Jadi Syarat Wajib?

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:34 WIB

Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI

Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:04 WIB

Kesaksian Akbar Husein soal Tragedi Bawaslu 2019: Ditangkap, Disiksa, hingga Ada yang Meninggal

Kesaksian Akbar Husein soal Tragedi Bawaslu 2019: Ditangkap, Disiksa, hingga Ada yang Meninggal

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:46 WIB

Terkini

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:17 WIB

Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara

Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:12 WIB

Benjamin Netanyahu Ultimatum Iran: Berani Serang Kami, Balasan Akan Mengerikan!

Benjamin Netanyahu Ultimatum Iran: Berani Serang Kami, Balasan Akan Mengerikan!

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:05 WIB

Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli

Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:02 WIB

Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah

Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:56 WIB

Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD

Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:48 WIB

Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya

Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:43 WIB

Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok

Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:40 WIB

Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027

Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:32 WIB

Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari

Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:29 WIB

×