SuaraBandung.id - Publik menerka apa sebenarnya motif Irjen Ferdy Sambo menghilangkan paksa nyawa Brigadir J secara sadis.
Berikut adalah beberapa dugaan motif yang mencuat ke permukaan tentang kesadisan Ferdy Sambo dalam menghabisi nyawa Brigadir J.
Hingga saat ini motif kasus pembunuhan yang menewaskan Brigadir J masih menjadi misteri meski sudah ada empat tersangka.
Lantas apa sebenarnya yang melatarbelakangi Ferdy Sambo menghabisi Brigadir J secara sadi?
Beredar luas mengenai isu terbaru mengenai motif pembunuhan Brigadir J.
Diduga ada latar kecemburuan yang disebabkan antar sesama pria, sebagaimana dikatakan mantan kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara.
Tentang isu LGBT ini muncul dalam cuplikan wawancara mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara di TV One yang diunggah akun TikTok @holtemontea84.
“Ya kita serah terima perasaan, untung saja saya sama dia (Bharada E) bukan LGBT, bukan cowok sama cowok ya kan, mangkanya saya nggak jatuh cinta sama siapa ini Bharada E,” kata Deolipa Yumara.
Baca Juga: Murahnya Nyawa Brigadir J, Belum Sempat Dibayar Ferdy Sambo Sudah Dibongkar para Jenderal
Apa yang dikatakan Deolipa rupanya menarik perhatian netizen lantaran penasaran dengan motif sebenarnya.
Dalam diskusi itu, Deolipa tidak menjelaskan detail siapa yang dimaksud memiliki perasaan antara pria tersebut.
Terkait informasi tersebut, Bareskrim Polri belum memberikan klarifikasi resmi mengenai motif yang melatarbelakangi pembunuhan Brigadir J.
Menjijikan dan mengerikan
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatakan, jika motif pembunuhan Brigadir J hanya boleh diketahui orang dewasa.
“Soal motif biar nanti di konstruksi hukumnya karena itu sensitif mungkin hanya boleh didengar oleh orang dewasa,” ujar Menko Polhukam Mahfud MD.
Tentang pernyataan Mahfud MD tersebut malah menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat umum.
Mahfud MD beberapa kali membocorkan fakta baru dari skenario yang dibuat Ferdy Sambo dalam menghabisi Brigadir J.
Dari beberapa pernyataan, Mahfud MD memang tidak terang-terangan menguliti kasus tersebut.
Namun Mahfud MD sedikit memberi angin segar kepada masyarakat. Saat menjadi bintang tamu podcast Deddy Corbuzier pada, Jumat (12/8/2022), Mahfud MD sedikit mengulas tentang skenario mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.
Mahfud MD kemudian mengungkapkan sejumlah fakta yang mengerikan dari kejadian pembunuhan Brigadir J.
"Cerita-cerita laporan pemeriksaan itu yang mengerikan campur menjijikkan juga. Makanya saya bilang sensitif gitu," kata Mahfud MD.
Ryan Jombang
Mahfud MD menuliskan cuitan di akun Twitter pribadinya @mohmahfudmd mengenai kasus pembunuhan Brigadir J yang dihubungkan dengan kasus Ryan Jombang.
“Konstruksi hukum pembunuhan Brigadir J akan tuntas ditingkat polisi (inshaallah). TSK akan diumumkan hr ini. sdh lama sy pny impresi POLRI kita hebat dlm penyelidikan dan penyidikan . kasus mutilasi yg mayatnya sdh terserak di berbagai kota sj bisa dibongkar. Ingat kasus Ryan?,” tulis Mahfud MD dalam cuitan akun Twitternya.
Pelecehan
Mahfud MD mengatakan, mulanya dugaan adanya ‘jebakan psikolgi’ oleh Ferdy Sambo untuk mendukung skenario tembak-menembak yang sudah dirancang.
“Satu ke Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional), Hari Senin Kompolnas diundang Ferdy Sambo ke kantornya. Hanya untuk apa? Hanya untuk nangis-nangis di depan Kompolnas,” ujar Mahfud dalam YouTube Deddy Corbuzier.
Kata dia dalam skenario awal, Ferdy Sambo merasa menjadi pihak yang dirugikan karena istrinya dilecehkan, menurut skenario awal.
“Saya (Ferdy Sambo) teraniaya, kalau saya sendiri ada di situ saya tembak habis dia katanya gitu,” lanjut Mahfud menirukan ucapan Ferdy.
“Saya udah tanya kan sama Komnas Ham, ‘Apa yang terjadi’, tapi ya mereka bilang pelecehan, karena sulit ya mereka bilang sulit memeriksa Sambo dan Istri, sulit disentuh,” ujarnya.
“Setelah dibentuk tim baru bisa disentuh, itu pun tidak langsung,” sambungnya.
Perselingkuhan si cantik
Pengacara keluarga Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak membeberkan motif pembunuhan Brigadir J.
Di acara tayangan di televisi, Kamarudin menyebut ada perempuan cantik jadi orang ketiga.
"Motivasinya sudah tahu. Ini ada dua motivasi. Pertama itu iri hati kepada almarhum karena ini anak yang lebih disayang. Kemudian ada dugaan yang pelakunya diduga pelakunya bapak. Dugaan ada perempuan lain yang diisukan cantik-cantik itu," kata Kamarudin.
"Kemudian si ibu (istri Ferdy Sambo), lanjut Kamarudin, menanyakan pada yang telah dianggap anaknya (Brigadir J) bapak kemana kok tidak pulang dan sebagainya," katanya.
"Diduga almarhum ini memberitahu bapak pergi ke sana disebut salah satu tempat dengan si cantik. Maka ketika berangkat tanggal 2 ke Magelang bersama-sama, di sana diduga ada pertengkaran antara bapak dan ibu," lanjutnya.
"Kemudian akibatnya ada ancaman dari para ajudan ke Brigadir J. Sebab gara-gara almarhum ibu sakit. Kenapa ini informasi ini harus diberitahu kira-kira begitu."