SuaraBandung.id - Benar-benar telah mati persaan lima orang yang ada di lokasi pembunuhan Brigadir J pada Jumat, (8/7/2022).
Dalam pembunuhan berencana, tidak ada yang menyangka jika Putri Candrawathi ikut dalam ruangan yang sedang membicarakan siapa yang akan mencabut nyawa Brigadir J.
Putri Candrawathi yang sudah menganggap Brigadir J sebagai anak sendiri, ternyata tega hati ikut merencanakan pembunuhan.
Dalam kasus kematian Brigadir J, peran Putri Candrawathi akhirnya terungkap.
Istri Ferdy Sambo itu menggiring Brigadir J ke rumah Dinas Duren Tiga untuk dieksekusi.
Terkait pembunuhan sadis tersebut, Bareskrim Polri mengungkap peran vital istri Ferdy Sambo.
Sebelum dieksekusi, Putri Candrawathi ikut dalam rapat kecil yang dihadiri empat orang, Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR, dan Kuwat Ma'ruf.
Rapat kecil di lantai tiga rumah pribadinya di Jalan Saguling, Putri adalah orang yang menggiring Brigadir J ke rumah dinas.
Saat itu, Putri Candrawathi ditemani Bripka Ricky Rizal (RR) dan Richard Eliezer (Bharada E) dan Kuat Maruf.
Baca Juga: Kasus Brigadir J Rawan, Rocky Gerung Curigai Isu Judi 303 Ferdy Sambo Sengaja Dimunculkan
Mereka berempat pergi bersama menuju rumah dinas. Saat itu kata Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto, Brigadir J diminta ke rumah dinas bersama Bripka RR, Bharada E dan Kuat Maruf.
"(Putri) mengajak berangkat ke Duren tiga bersama E, RR, KM, Alm J," kata Agus, Sabtu (20/8/2022).
Lebih dari itu, ternyata Putri mengikuti semua skenario yang dibangun suaminya, Ferdy Sambo.
Bahkan Putri adalah orang yang akan menyiapkan sejumlah uang kepada tiga tersangka lainnya.
Sesuai skenario awal, uang itu akan diberikan usai kematian Brigadir J.
"Mengikuti skenario yang dibangun FS (Ferdy Sambo). Bersama (Putri) FS saat menjanjikan uang kepada RE, RR dan KM," katanya.