Kemudian tiba di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Duren Tiga. Putri langsung naik ke lantai tiga.
Saat itu ada percakapan terakhir di lantai tiga antara Ferdy Sambo, Baharada E dan Bripka RR.
Saat Ferdy Sambo menanyakan kesiapan siapa yang akan mengeksekusi Brigadir J, Putri hadir di sana.
"Ada (Putri Candrawathi) di lantai 3 saat Riki dan Richard ditanya kesanggupan untuk menembak almarhum Josua," kata Agus.
Setelah selesai, lalu terjadilah eksekusi mati Brigadir J yang dilakukan Bharada E.
Kemudian, Ferdy Sambo membuat rekayasa baku tembak. Ferdy menggunakan sarung tangan, kemudian mengambil pistol Brigadir J.
Ferdy Sambo menggunakan pistol Brigadir J, menembakkan peluru ke dinding.
Putri menangis
Sebelum Brigadir J dieksekusi mati, Ferdy Sambo dan Putri melakukan rapat di rumah pribadinya di Jalan Saguling.
Dalam rapat kecil itu Putri sempat menangis, sementara Ferdy Sambo marah dalam pembicaraan untuk membunuh Brigadir J.
Baca Juga: Kasus Brigadir J Rawan, Rocky Gerung Curigai Isu Judi 303 Ferdy Sambo Sengaja Dimunculkan
Tangis Putri ini diungkapkan Bharada E melalui kuasa hukumnya, Ronny Tapaessy dalam wawancara dengan TV One, Jumat (20/8/2022).
Para tersangka ini melakukan rapat di rumah pribadi, beberapa jam sebelum eksekusi mati korban.
Rapat kecil itu dilakukan setelah Putri dan rombongan tiba di rumah setelah melakukan perjalanan dari Magelang.
"Ada proses waktu di lantai tiga. Ketika klien saya dipanggil ke dalam suatu ruangan meeting, ternyata memang sudah ada Ibu PC membicarakan mengenai tentang almarhum Yosua," kata Ronny Tapaessy.