"Siap Komandan", Operasi Senyap Jam 1 Pagi Tanggal 10 Juli Terbongkar, Ini Perintah Irjen Ferdy Sambo yang hingga Kini Belum Terungkap

Suara Bandung

Selasa, 23 Agustus 2022 | 11:33 WIB
"Siap Komandan", Operasi Senyap Jam 1 Pagi Tanggal 10 Juli Terbongkar, Ini Perintah Irjen Ferdy Sambo yang hingga Kini Belum Terungkap
Foto kolase pemakaman Brigadir J yang sedang dibongkar dan foto Ferdy Sambo bersama ajudannya. (Instagram kadivpropam, istimewa)

SuaraBandung.id - Skenario Irjen Ferdy Sambo untuk menutupi kesadisanya belum semua terungkap, terusama soal barang bukti milik korban Brigadir J.

Ada barang bukti milik korban yang dinyatakan hilang sejak eksekusi mati hingga saat ini.

Dan Ferdy Sambo sebagai dalang pembunuhan yang saat ini ditahan di Mako Brimob, diduga belum memberikan pengakuan secara paripurna.

Hal itu menjadi satu kendala dalam pengungkapan kasus kematian Brigadir J, terutama soal motif mengapa korban harus dibunuh secara sadis.

Bukan itu saja, informasi terbaru adalah soal adanya operasi senyap sekitar pukul 01.00 WIB, yang dilakukan Ferdy Sambo dan sejumlah ajudan.

Operasi senyap ini dilakukan sebagai upaya untuk menghilangkan sejumlah barang bukti agar bau busuk si jenderal tak tercium.

Karikatur Ferdy Sambo. Pengakuan baru Bharada E, istri Ferdy Sambo menangis saat membcirakan Brigadir J harus dieksekusi mati.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam adalah yang mengungkap soal adanya dugaan penghilangan barang bukti.

Choirul Anam mengatakan, ada penghilangan rekam jejak digital di kasus kematian Brigadir J atau Yosua Hutabarat.

Penghapusan barang bukti diduga sudah terjadi, di antaranya penghapusan tiga WhatsApp Group.

baca juga

Kemudian Anam kembali mengatakan, diduga ada upaya menghilangkan barang bukti ponsel dengan cara mengganti baru ponsel sejumlah ajudan Irjen Ferdy Sambo.

Termasuk dalam hal ini barang bukti ponsel milik Brigadir Yosua atau Brigadir J dan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.

Sejumlah ponsel yang digunakan korban dan ajudan di hari H pembunuhan Brigadir J pada (8/7/2022), hingga kini bahkan belum ditemukan.

Choirul Anam mengatakan, yang sangat terang benderang adalah soal jejak digital dan juga percakapan digital

"Yang kentara (barang bukti) banget adalah rekam jejak digital gak cuma ponsel, tapi percakapan digital juga gak ada," kata Anam saat berbicara RDP di Komisi III DPR, Senin (22/8/2022).

Tentang percakapan digital yang dikatakan Choirul Anam adalah berupa bukti chat di tiga grup WhatsApp.

Choirul Anam mengatakan ada tiga grup yang sebelum Brigadir J dieksekusi ada, tetapi sudah dihilangkan setelah terjadinya eksekusi mati.

"Ada tiga grup (WhatsApp) yang dulunya dia (Brigadir J) ada, jadi nggak ada. Itu penting dilacak WA (WhatsApp). Fisik HP-nya juga hilang," ungkap Anam.

Operasi senyap jam 1 pagi

Selain itu, ada hal baru yang diungkap Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik.

Dalam pendalaman yang sudah dilakukan, Ahmad Taufan Damanik membeberkan dugaan penghalangan atau perintangan penyidikan (obstruction of justice).

Upaya itu terlihat jelas, ketika adanya penghilangan barang bukti di ponsel Brigadir J.

Setelah itu kata Ahmad Taufan Damanik, selain ponsel milik Brigadir J, sang jenderal juga melenyapkan barang bukti milik aide de camp (ADC) atau ajudannya yang lain.

Ahmad Taufan Damanik penggantian ponsel milik para ajudan ini dilakukan pada waktu yang tidak normal, yakni sekitar pukul 01.00 WIB, pada (10/7/2022).

"Sebagai contoh (penghilangan barang bukti), misalnya beberapa adc itu mereka diambil handphone-nya tanggal 10, kira-kira jam 1 pagi. Mereka kemudian dikasih handphone baru," ucap Taufan menjabarkan temuannya dalam RDP di Komisi III DPR, Senin (22/8/2022).

Kemudian penggantian ponsel baru Bharada E dilakukan pada tanggal 19 Juli oleh Mako Brimob. 

Untungnya, ponsel milih Bharada E dikatakan Ahmad Taufan Damanik, sudah ditemukan.

"HP (milik Bharada E) yang antara 10 sampai 19 sudah ditemukan pak," kata Ahmad Taufan Damanik.

Di sana kata Ahmad Taufan Damanik, ada upaya membangun skenario dengan berbagai jawaban.

"Ada upaya-upaya (dilakukan Ferdy Sambo) membangun skenario. Misalnya yang jawaban-jawaban sebagai bawahan kepada atasan 'siap komandan'. Itu misalnya yang sangat kentara di situ," kata Ahmad Taufan Damanik.

Namun, yang hingga saat ini belum ditemukan adalah barang bukti berupa ponsel milik Brigadir J. 

"Termasuk pada hari H itu (ponsel Brigadir J), sampai sekarang belum ditemukan," kata Ahmad Taufan Damanik. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Satupun Mundur Lihat Brigadir J Ajukan Permintaan Terakhir, Hasil Autopsi: Tembakan di Kepala dan Dada Penyebab Kematian

Tak Satupun Mundur Lihat Brigadir J Ajukan Permintaan Terakhir, Hasil Autopsi: Tembakan di Kepala dan Dada Penyebab Kematian

Bandung | Selasa, 23 Agustus 2022 | 09:18 WIB

Tim Dokter Forensik Sebut Bentuk Luka di Jasad Brigadir J Sudah Tidak Asli, Singgung Soal Luka Kekerasan hingga Bekas Tembakan

Tim Dokter Forensik Sebut Bentuk Luka di Jasad Brigadir J Sudah Tidak Asli, Singgung Soal Luka Kekerasan hingga Bekas Tembakan

Bandung | Selasa, 23 Agustus 2022 | 08:25 WIB

Komnas HAM di Depan Anggota DPR Bongkar Skuad Lama Adalah Orang Dekat Istri Ferdy Sambo, Sehari Sebelum Eksekusi Disebut Brigadir J

Komnas HAM di Depan Anggota DPR Bongkar Skuad Lama Adalah Orang Dekat Istri Ferdy Sambo, Sehari Sebelum Eksekusi Disebut Brigadir J

Bandung | Selasa, 23 Agustus 2022 | 07:46 WIB

AKHIRNYA TERBONGKAR! Skuad Lama yang Ingin Habisi Brigadir J

AKHIRNYA TERBONGKAR! Skuad Lama yang Ingin Habisi Brigadir J

Bandung | Selasa, 23 Agustus 2022 | 07:27 WIB

Terkini

Tilap Rp7,6 Miliar, Duo Penipu Haji Mujamalah VIP Diringkus Sebelum Kabur ke Luar Negeri

Tilap Rp7,6 Miliar, Duo Penipu Haji Mujamalah VIP Diringkus Sebelum Kabur ke Luar Negeri

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:55 WIB

HP Perkenalkan AI PC dan HP IQ, Siap Ubah Masa Depan Dunia Kerja

HP Perkenalkan AI PC dan HP IQ, Siap Ubah Masa Depan Dunia Kerja

Tekno | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:54 WIB

KPK Limpahkan Perkara Tersangka Terakhir Kasus Suap Impor di Bea Cukai ke Tahap Penuntutan

KPK Limpahkan Perkara Tersangka Terakhir Kasus Suap Impor di Bea Cukai ke Tahap Penuntutan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:51 WIB

Razman Arif Nasution Resmi Dipenjara usai Divonis Cemarkan Nama Baik Hotman Paris

Razman Arif Nasution Resmi Dipenjara usai Divonis Cemarkan Nama Baik Hotman Paris

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:51 WIB

Bitch x Rich Lanjut Season 3, Incar Miyeon (G)I-DLE sebagai Pemeran Utama

Bitch x Rich Lanjut Season 3, Incar Miyeon (G)I-DLE sebagai Pemeran Utama

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:50 WIB

Jokowi Hadiri Rakorda PSI di Lampung, Siap Sampaikan Pandangan soal Politik Nasional

Jokowi Hadiri Rakorda PSI di Lampung, Siap Sampaikan Pandangan soal Politik Nasional

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:48 WIB

Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya

Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:47 WIB

MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar

MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:46 WIB

Sesi Sambutan di Acara Resmi, Warisan Feodal yang Dianggap Normal

Sesi Sambutan di Acara Resmi, Warisan Feodal yang Dianggap Normal

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Razman Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Buntut Kasus Hotman Paris

Razman Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Buntut Kasus Hotman Paris

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:44 WIB