SuaraBandung.id - Menkopolhukam atau Ketua Kompolnas Mahfud MD dalam Rapat Dengar Pendapat bersama DPR RI, mengeluhkan kecilnya anggaran lembaga tersebut.
Mahfud MD mengatakan anggaran Kompolnas sangat terbatas, hanya Rp14 miliar per tahun.
“Itu sudah termasuk overhead, gaji Kompolnasnya, pegawainya, mobilnya, biaya operasionalnya kecil,” ujar Mahfud.
Bahkan saking kecilnya, Mahfud MD sampai minta bantuan kepada Badan Intelijen Negara (BIN) yang punya kewenangan melakukan penggalangan dana.
“Saya cerita begini, dana nggak ada pak. BIN turun, jadi dana penggalangan, itu bisa,” kata dia.
Di sisi lain, Mahfud MD menyebut peran Kompolnas sama seperti LSM dan Media.
Penyamaan peran Kompolnas dan LSM ini diungkap saat Mahfud MD menjelaskan, jika peran Kompolnas yang dipimpinnya sama seperti LSM dan media dalam mengawasi institusi Polri.
Ketika itu, Mahfud MD menjawab berbagai pertanyaan dari Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa.
Kader Gerindra itu seolah mendesak Mahfud MD menjelaskan secara rinci tentang peran dan eksistensi Kompolnas.
Baca Juga: Rincian Biaya Pasang Panel Surya dan Hal-hal yang Patut Diperhatikan
Desmond juga menyinggung perang Kompolnas di kasus KM 50 dan kasus pembunuhan Brigadir J yang diduga didalangi Ferdy Sambo.
Saat itu dengan wajah serius, Desmond meminta Mahfud MD menjelaskan tentang fungsi yang diketuainya.
"Bahwa Kompolnas itu adalah pengawas eksternal Polri yang bermitra dengan Polri," kata Mahfud MD.
Bahkan Mahfud MD mengaku pernah mengatakan pada Kapolri bahwa Kompolnas akan seperti musuh, maka disarankan untuk bekerja sama.
"Sejak Kapolri dilantik pun saya sudah mengatakan bahwa Kompolnas tidak seperti pengawas dulu," katanya.
"Tapi akan seperti musuh, kita kerjasama saja. Kalau ada keluhan kita bisa saling sampaikan oleh sebab itu saya menempatkan diri sebagai Mitra Polri," ucapnya.