SuaraBandung.id - Dua pisau yang ada di lokasi rekonstruksi ulang pembunuhan Brigadir J menjadi tanda tanya besar.
Apalagi dua pisau tersebut sudah dibawa sopir Ferdy Sambo, Kuat Maruf sejak dari Magelang.
Apakah Kuat dengan membawa dua pisau tersebut memang sudah memiliki rencana untuk menghabisi Brigadir J?
Terkait dua pisau yang dibawa Kuat Maruf terbongkar saat rekonstruksi ulang di Saguling dan Duren Tiga.
Di TKP Saguling sempat dilakukan reka adegan yang menggambarkan rumah Ferdy Sambo yang berada di Magelang.
Dari sana Kuat banyak mendominasi adegan bersama istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Dalam rekonstruksi ulang di TKP Saguling dan Duren Tiga, Jakarta Selatan, muncul sosok yang sejak kasus pembunuhan Brigadir J mencuat, belum pernah "tersentuh" media.
Sosok tersebut adalah Bharatu Prayogi yang tak lain satu di antara ajudan Ferdy Sambo yang ada sejak peristiwa di Magelang.
Keberadaan Bharatu Prayogi lantas menjadi sorotan setelah perannya dihadirkan dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J pada 30 Agustus 2022.
Baca Juga: 4 Fakta Menarik Film Miracle in Cell No 7 Korea yang Dibuat Versi Indonesia
Kabarnya Bharatu Prayogi memiliki pengaruh lebih besar daripada Bharada E.
Bukan itu saja, Bharatu Prayogi sempat berinteraksi dengan Kuat Ma'ruf alias Om Kuat, lalu terjadi lah peristiwa penembakan Brigadir J terjadi.
Dikutip dari YouTube Uncle Wira pada rekonstruksi tersebut, ada dua belah pisau yang sudah dibawa Kuat Ma'ruf sejak dari Magelang.
Kemudian terlihat, Kuat Maruf menyerahkan dua pisau tersebut kepada satu Ajudan Ferdy Sambo, Bharatu Prayogi.
Terlihat dalam rekonstruksi, Kuat Ma'ruf memberikan pisau dan HT kepada Bharatu Prayogi pada adegan ke 74.
Ketika itu posisi Kuat Ma'ruf sedang berdiri di samping ajudan Ferdy Sambo. Kemudian ada suara dari penyidik menyampaikan pada adegan ke 74, Kuat Ma'ruf menyerahkan pisau dan HT kepada Bharatu Prayogi.