SuaraBandung.id - Ustaz Adi Hidayat atau akrab disapa UAH menjelaskan dalam kajian ceramah tentang ayat-ayat Alquran yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
Melalui ayat-ayat Alquran dan atas izin Allah, siapa yang mengamalkannya dalam keadaan sakit, Insya Allah akan diberi kesembuhan dengan caraNya.
Saat ini, ramai diperbincangkan tentang bahan konsumsi dari alam untuk meningkatkan imunitas tubuh.
Kemudian digencarkan budaya cuci tangan secara rutin, lalu ada membiasakan diri untuk penggunaan masker.
Lantas UAH menyoroti tentang hal tersebut, sangat positif. Akan tetapi dalam hal keyakinan, termasuk dunia medis semua sudah ada di dalam Alquran.
UAH kemudian mengurai beberapa ayat dalam Alquran yang sudah banyak diamalkan, dan berhasil menjadi jalan kesehatan.
Misal, UAH menyarankan umat Islam untuk terus melafalkan beberapa ayat dalam Alquran, yakni surat Al Isra (17:82), surat Al-Anbiya (21: 83-84) dan surat Al-fatihah (1:1-7).
"Kalau Anda (jemaah) terkena penyakit dan divonis jadi ahli penyakit itu, maka berdzikirlah," kata UAH.
"Allah menurunkan tiga surat sekaligus untuk obatnya," ucap Ustad Adi Hidayat seperti dikutip dari Audio Dakwah.
"InsyaAllah, bila dibacakan secara benar, ada janji Allah di sana. Seperti yang dijanjikan ke Nabi Ayub. Tolong dibaca dengan keikhlasan dan permohonan kuat ke Allah," lanjutnya.
Dalam hal ini, UAH juga mengatakan tiga surat tersebut adalah obat berbagai penyakit, baik fisik hingga penyakit hati itu. "Awas ini bukan ilmu utak-atik ya. Ini syarat Alquran," tegasnya.
"Dan kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian," QS 17:82.
Kemudian UAH memberikan contoh dalam kajiannya, kisah Nabi Ayub yang memiliki penyakit yang saat itu tidak ada obatnya.
"Maka Allah turunkan ayat-ayat itu. Kuncinya adalah arahkan semua itu ke ibadah," ujarnya.
Alquran diyakini berfungsi sebagai syifa’ atau dalam terjemah obat penawar atau penyembuh.
Ayat-ayat Alquran ini bisa menjadi penawar dan penyembuh untuk orang–orang yang beriman.
Jadi, ayat-ayat dalam Alquran sangat memungkinkan menjadi obat bagi seluruh penyakit yang ada di dunia.
Dalam hal ini baik itu obat rohani maupun jasmani yang banyak diderita manusia.
"Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Rabbnya: ‘(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha-penyayang di antara semua penyayang.” (QS. 21:83) Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat-gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang beribadah kepada Allah. (QS. 21:84)” (al-Anbiyaa’: 83-84).
UAH juga mengatakan, tutuplah ayat-ayat tersebut dengan surat Al-fatihah.
Kemudian, UAH melanjutkan, bukti ayat Alquran adalah obat, ketika dalam percakapan antara Nabi Muhammad SAW dengan seorang Badui.
Suatu hari, Rasulullah SAW kedatangan tamu seorang Badui dengan membawa unta.
Ketika tiba di depan Masjid Nabawi, unta tersebut dibiarkan begitu saja dan tidak diikat.
Lantas, Nabi Muhammad memintanya orang Baduy tersebut untuk mengikat untanya terlebih dahulu.
Orang Baduy tersebut kemudian mengaku jika dirinya sudah bertawakal. “Aku sudah bertawakal kepada Allah SWT, wahai Nabi,” kata orang Baduy.
Kemudian Rasulullah SAW mengatakan jika ikat dahulu unta tersebut, maka akan termasuk orang bertawakal.
Nabi Muhammad bersabda, "Ikatlah terlebih dahulu unta itu, baru kemudian engkau bertawakkal kepada Allah SWT.” (H.R at-Tirmidzi).
UAH lantas menjelaskan jika Rasulullah SAW dalam sabdanya tersebut menekankan tawakal tanpa usaha, bisa jadi hal yang sia-sia.
Melalui usaha yang telah dilakukan, UAH kemudian menyebut tiga surat itu pun akan jadi obat penyakit apapun.
Bila kuncinya diarahkan ke ibadah seperti kisah Nabi Ayyub, kata UAH harus tetap berusaha secara dunia dalam mencari obatnya selain melalui Alquran.