SuaraBandung.id – Dalam salah satu kajian, Ustadz Adi Hidayat menyampaikan bahaya mengenai zikir yang hanya di lisan saja.
Zikir adalah perbuatan dengan lisan (menyebut, menuturkan, dan mengatakan) serta dengan hati (mengingat dan menyebut).
Sederhananya, zikir adalah pekerjaan lisan dan hati. Namun, akan bahaya apabila zikir hanya di lisan saja.
Seperti dilansir SuaraBandung.id dari kanal YouTube Adi Hidayat Official, Selasa (13/9/2022), berikut ulasannya.
Jika ada seseorang yang melaksanakan zikir tapi hanya di lisan saja belum sampai ke hati, maka belum hikmah.
"Karena belum sampai ke hati, maka hatinya belum membimbing tubuhnya untuk beramal," ungkap Ustadz Adi Hidayat.
Sedangkan, Qur'an mengatakan semua amalan insan yang beriman itu sumbernya dari hati dengan imannya.
Seperti contoh, ketika mata akan melihat, mata yang beriman itu dibuka dengan imannya dulu.
Ketika Allah SWT mengajarkan kita, bahwa katakan pada pria-pria yang beriman, imannya yang membimbing dia untuk melihat.
Baca Juga: Resep Herbal Anti Kanker ala dr. Zaidul Akbar, Begini Cara Bikinnya
Maka jika melihatnya memakai iman, mata itu hanya melihat kebaikan saja.
Namun, ketika yang dilihat tidak baik menurut imannya, dia akan palingkan pandangannya.
“Itulah yang dimaksud pandangan dengan hati,” ucap Ustadz Adi Hidayat.
Dan itulah zikir sampai pada hikmah atau zikir sampai pada hati ungkap Ustadz Adi Hidayat.
Tapi apabila zikirnya hanya sampai di lisan saja, nanti faedahnya tidak sampai pada keseluruh tubuh.