SuaraBandung.id - Seorang jamaah bertanya kepada Buya Yahya. Seorang jamaah itu menanyakan bagaimana hukum menyekolahkan anak dengan berhutang dari bank ketika perekonomian sedang tidak mudah.
Pertanyaan itu dijawab oleh Buya Yahya dan ditayangkan juga melalui video YouTube di channel Al Bahjah TV. Video yang mengulas tentang menyekolahkan anak itu diunggah pada 11 Agustus 2022.
Buya Yahya mengatakan bahwa kesuksesan seorang anak di sekolah itu karena Allah SWT berkehendak untuk membuat anak itu sukses. Menggantungkan kesuksesan kepada sekolah menurut Buya Yahya berarti sama saja dengan menggantukngkan kesuksesan kepada selain Allah.
Hal itu menurutnya berarti sombong kepada Allah SWT jika memaksakan diri menyekolahkan anak di sekolah yang mahal.
"Kalau memang (orang tua) tidak mampu menyekolahkan (anak) di tempat (sekolah) yang mahal, (kalau) menurut Anda mahal (itu) yang gampang sukses, ketahuilah yang beri kesuksesan (sebenarnya) adalah Allah." Buya Yahya menerangkan.
Buya Yahya juga berpesan untuk tidak merendahkan saudara kita yang masih melakukan itu, namun justru kita harus mengingatkannya. Saudara itu harus disadarkan bahwa dana atau modal haram itu tidak boleh digunakan untuk menyekolahkan anak.
Ia mengajak jamaah untuk mendapat hidup yang lebih berkah dengan menjauhkan diri dari riba. Pertanyaan dari jamaah tentang dana yang digunakan untuk menyekolahkan anak itu pun terjawab oleh Buya Yahya.
Sebelumnya, Buya Yahya mendapat pertanyaan tentang hukum Islam terkait dana yang diperoleh dari hutang bank untuk menyekolahkan anak.
“Ada orang yang (memang) ingin berbuat baik, tapi dengan cara yang (masih) tidak baik. Maka tidak akan (bisa) membuahkan kebaikan," Buya Yahya menjawab pertanyaan itu.
Baca Juga: Amalan Sederhana yang Membuat Rezeki Melimpah Ungkap Ustadz Adi Hidayat
"Kalau Anda kembali (ingin) menyekolahkan anak, lalu Anda mengambil (dana) pinjaman dari yang diharamkan, yang ada ribanya.. Maka pertama dia (Anda) dosa di saat yang seperti itu. Lebih dari itu, dia (Anda) sombong. Jadi dia tidak menggantungkan keberhasilan kepada Allah, tapi (juga) kepada sekolah" Buya Yahya menambahkan.
Menggantungkan keberhasilan kita kepada selain Allah itu berarti sama saja tidak percaya dengan kebesaran Allah SWT. Perbuatan sombong itu merupakan sebuah dosa. Buya Yahya mengatakan bahwa menyekolahkan anak dengan berhutang ke bank itu termasuk dosa menurut Islam.
Menyekolahkan anak, menurut Buya Yahya bisa dengan disekolahkan di tempat ataupun sekolah yang murah jika tidak mampu untuk menyekolahkan anak di sekolah yang mahal.