bandung

Datang Sendiri ke Rumah Mempelai Wanita Saat Menikah, Begini Kisah Gus Baha

Suara Bandung Suara.Com
Rabu, 14 September 2022 | 15:32 WIB
Datang Sendiri ke Rumah Mempelai Wanita Saat Menikah, Begini Kisah Gus Baha
Gus Baha. (Akun instagram @gusbahaofficial)

SuaraBandung.id - Setelah melaksanakan ijab qobul, momentum resepsi pernikahan biasanya ditunggu-tunggu oleh pengantin dan kedua keluarga mempelai.

Acara resepsi pernikahan itu dijelaskan pula hukumnya dalam Islam.

K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim, Gus Baha menyampaikan hukum mengadakan acara resepsi itu adalah haram.

Gus Baha teringat pada momen saat ia menikahi istrinya, ia pun menceritakan kisah itu. Ia mengatakan, rombongan dan perayaan tidak mengiringi dirinya saat datang ke rumah mempelai wanita. Ia pergi ke rumah mempelai wanita seorang diri.

"Saya dulu pas (sewaktu) nikah, punya anak buah banyak dan punya mobil banyak. Tapi saya nikah (berangkat) dari Jogja ke Pasuruan, istri saya dari Pasuruan. Lalu sampai di sana (kemudian) diantar bapak (dan) lalu nikah," ujar Gus Baha menceritakan. 

Prinsip itu ingin benar-benar dipegang oleh Gus Baha, sehingga ia akan menerapkannya juga kepada anak perempuannya.

"Saya (juga) punya anak perempuan, saya bilang ke istri saya. Kalau saya masih hidup (maka) tidak akan punya hajat (resepsi)," ungkap Gus Baha.

Sebelumnya, Gus Baha menyampaikan pandangannya terkait hukum menyelenggarakan acara resepsi menurut Islam.

Acara resepsi umumnya membutuhkan biaya yang besar. Biaya itu biasanya digunakan untuk menyewa gedung ataupun hotel jika acara pernikahan ingin diselenggarakan secara mewah.

Baca Juga: Tiga Golongan Doa yang Tidak Akan Ditolak, Berikut Penjelasan Berdasarkan Riwayat Hadist Tirmidzi, Salah Satunya Orang yang Dizalimi

Seumur hidup kita, hanya mengalami satu momentum pernikahan, sehingga untuk mengadakan resepsi rela mengeluarkan uang yang banyak bagi kedua mempelai.

Acara resepsi yang digelar dalam rangka pernikahan itu dianggap haram oleh Gus Baha.

"Karena keyakinan saya (bahwa) punya hajat (resepsi) itu haram. Ini menurut pandangan saya pribadi. Kalau (pandangan) anda silahkan," Gus Baha menyampaikan melalui unggahan video di kanal YouTube Sekolah Akhirat.

Gus Baha pun menilai bahwa seringkali orang lain terbebani dengan adanya sumbangan pernikahan dalam suatu resepsi pernikahan. Itulah alasan yang membuatnya mengharamkan acara resepsi

"Awal mula shodaqoh (sudah) menggerutu, itu (adalah) perkara orang buwoh (memberi uang kepada yang punya hajat). Kalau tidak buwoh (dianggap) tidak pantas, jadi jatuhnya (seperti) shodaqoh dipaksa," Gus Baha menambahkan. 

Gus Baha mengatakan bahwa shodaqoh dalam hal itu harus ikhlas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI