Satu Kalimat Bisa Bikin Pasar Goyang, Alasan Presiden Prabowo Perlu Pidato Pakai Teks

Muhamad Yasir, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Satu Kalimat Bisa Bikin Pasar Goyang, Alasan Presiden Prabowo Perlu Pidato Pakai Teks
Potret Presdien Prabowo Subianto saat berpidato (Instagram/Prabowo)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto diminta membatasi pidato tanpa teks sepanjang Agustus untuk meminimalkan risiko salah ucap.
  • Fajar Junaedi menyatakan langkah tersebut bertujuan mencegah gejolak politik, ekonomi, dan hubungan diplomatik akibat potongan video.
  • Penggunaan naskah berfungsi sebagai pengaman agar pesan strategis pemerintah tersampaikan secara utuh tanpa menimbulkan polemik.

Suara.com - Isu bahwa Presiden Prabowo Subianto diminta membatasi pidato tanpa teks sepanjang Agustus dinilai bukan sekadar persoalan gaya komunikasi. Di balik langkah itu, terdapat upaya meminimalkan risiko salah ucap yang berpotensi memicu gejolak politik, ekonomi, hingga hubungan diplomatik.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Fajar Junaedi, menilai kehati-hatian dalam setiap pernyataan kepala negara merupakan konsekuensi dari besarnya dampak yang bisa ditimbulkan oleh satu kalimat yang keluar secara spontan.

"Di posisi kepala negara, setiap kata yang keluar punya bobot besar. Satu kalimat yang terucap spontan bisa langsung jadi berita, bikin pasar goyang, atau bahkan memengaruhi hubungan dengan negara lain. Kalau sudah beberapa kali terjadi, wajar saja kalau akhirnya dipilih untuk lebih berhati-hati," kata Fajar kepada Suara.com, Rabu (5/8/2026).

Menurut Fajar, komunikasi politik di era digital telah berubah. Yang kini menjadi prioritas bukan lagi kemampuan berpidato tanpa naskah, melainkan memastikan pesan yang disampaikan tidak menimbulkan tafsir yang keliru.

"Di zaman sekarang, komunikasi politik memang sudah berubah. Bukan lagi soal seberapa fasih seseorang berbicara di depan publik, tapi seberapa aman pesan itu sampai tanpa disalahartikan," ujarnya.

Ia menjelaskan, media sosial membuat setiap ucapan pejabat publik sangat rentan dipotong dan disebarluaskan di luar konteks. Potongan video berdurasi singkat, kata dia, dapat mengubah makna pesan dan membentuk opini publik yang berbeda dari maksud sebenarnya.

"Potongan video 10 sampai 15 detik sangat mudah dipotong, dipelintir, lalu disebar. Kadang yang tersisa di benak orang bukan maksud aslinya, tapi versi yang sudah dibelokkan," tuturnya.

Karena itu, penggunaan naskah pidato menjadi salah satu cara paling aman untuk menjaga agar pesan utama tetap utuh.

"Makanya teks pidato jadi semacam 'pagar pengaman' bukan untuk menghilangkan kebebasan, tapi supaya pesan utama tidak hilang di tengah ribut-ribut digital," imbuhnya.

baca juga

Fajar menilai, dalam situasi seperti ini, peran tim komunikasi dan para penasihat presiden menjadi sangat penting. Mereka bukan hanya menyusun naskah pidato, tetapi juga bertugas mengantisipasi berbagai risiko komunikasi yang dapat muncul.

"Tim komunikasi dan penasihat terdekat Presiden punya peran yang sangat penting di sini. Mereka bukan cuma orang yang menulis naskah. Mereka lebih seperti penjaga narasi," tegasnya.

Ia menambahkan, penggunaan naskah pidato tidak seharusnya dipandang sebagai bentuk pembatasan terhadap Presiden.

Justru, menurutnya, langkah itu merupakan strategi komunikasi agar pesan-pesan strategis pemerintah tersampaikan secara utuh tanpa memicu polemik yang tidak perlu.

"Di era digital ini, berbicara tanpa filter justru bisa jadi beban. Lebih bijak kalau pesan disampaikan dengan lebih terkontrol. Bukan berarti Presiden jadi kaku atau 'diatur'. Justru ini cara untuk menjaga agar yang ingin beliau sampaikan tetap sampai dengan jelas, tanpa harus sibuk mengoreksi kesalahpahaman di kemudian hari," tandasnya.

Isu mengenai pembatasan pidato tanpa teks mencuat setelah beredar kabar bahwa Prabowo diminta lebih mengandalkan naskah dalam sejumlah agenda resmi sepanjang Agustus.

Sebelumnya, Prabowo juga pernah mengakui bahwa dirinya memang diingatkan untuk tidak terlalu sering berbicara secara spontan demi menghindari kesalahpahaman di ruang publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diusulkan Jadi Nobel Perdamaian, Makalah MBG yang Cantumkan Nama Prabowo Kini Diinvestigasi

Diusulkan Jadi Nobel Perdamaian, Makalah MBG yang Cantumkan Nama Prabowo Kini Diinvestigasi

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:26 WIB

Anak Buah Prabowo Bicara Isu Pergantian Kapolri: Jabatan di Dunia Pasti Diganti, Tinggal Waktunya

Anak Buah Prabowo Bicara Isu Pergantian Kapolri: Jabatan di Dunia Pasti Diganti, Tinggal Waktunya

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:17 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Terkini

Seberapa Kuat Chemistry Carissa Perusset & Anya Zen? Ini Cerita Mereka di Film Lobang Buaya

Seberapa Kuat Chemistry Carissa Perusset & Anya Zen? Ini Cerita Mereka di Film Lobang Buaya

Video | Minggu, 20 September 2026 | 14:00 WIB

Rudal Houthi Serang Riyadh, Negara Arab Kompak Bela Saudi Desak DK PBB Bertindak

Rudal Houthi Serang Riyadh, Negara Arab Kompak Bela Saudi Desak DK PBB Bertindak

News | Minggu, 20 September 2026 | 13:55 WIB

Catat Tanggalnya! PLAVE Siap Comeback dengan Mini Album Baru, HYPERDRIVE

Catat Tanggalnya! PLAVE Siap Comeback dengan Mini Album Baru, HYPERDRIVE

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 13:50 WIB

Gudang Biji Plastik Ludes Terbakar, Truk Ikut Hangus dan Api Nyaris Merambat

Gudang Biji Plastik Ludes Terbakar, Truk Ikut Hangus dan Api Nyaris Merambat

News | Minggu, 20 September 2026 | 13:44 WIB

Profil KH Hasan Abdullah Sahal yang Berani Pidato Singgung Cari Muka Depan Prabowo Subianto

Profil KH Hasan Abdullah Sahal yang Berani Pidato Singgung Cari Muka Depan Prabowo Subianto

News | Minggu, 20 September 2026 | 13:44 WIB

8 Cara Menata Kamar Kos Sempit Tanpa Mengecat Tembok Menurut Feng Shui

8 Cara Menata Kamar Kos Sempit Tanpa Mengecat Tembok Menurut Feng Shui

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 13:35 WIB

Menang Beruntun! Barcelona Tundukkan Sevilla 3-1 dan Tuntaskan Tujuh Laga

Menang Beruntun! Barcelona Tundukkan Sevilla 3-1 dan Tuntaskan Tujuh Laga

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 13:30 WIB

ULTJ Resmi Caplok Frisian Flag Rp14,56 Triliun

ULTJ Resmi Caplok Frisian Flag Rp14,56 Triliun

Bisnis | Minggu, 20 September 2026 | 13:26 WIB

Ada Bukti Kirim di Apartemen Jakbar, Begini Alur Terlacaknya Selebgram Jule Sebelum Diciduk

Ada Bukti Kirim di Apartemen Jakbar, Begini Alur Terlacaknya Selebgram Jule Sebelum Diciduk

News | Minggu, 20 September 2026 | 13:20 WIB

Apakah Layak Beli? Cek Harga iPhone 16 Terbaru September 2026

Apakah Layak Beli? Cek Harga iPhone 16 Terbaru September 2026

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 13:17 WIB

×