SuaraBandung.id - Manusia terkadang lupa akan akhirat dan terbawa pada gemerlapnya dunia. Hal itu menjadi contoh yang harus dihindari dalam kehidupan sehari-hari.
Menghindari gemerlapnya dunia itu dapat dilakukan jika hati terjaga. Buya Yahya menerangkan hal itu dalam ceramahnya, dilansir dari video kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 15 September 2022.
Buya Yahya mengatakan, hal yang harus dilakukan agar hati kita terjaga yakni dengan cara menjaga jendela hati.
"jendela hati ada 2, telinga dan mata", kata Buya Yahya.
Ia pun menjelaskan pentingnya menjaga jendela hati itu.
"kalau pandangan kita tidak kita filter, yang kita dengar pun tak kita pilah, maka yang kita lihat dari hal yang tidak baik akan masuk kedalam hati dan akan mengotori hati kita. Begitu juga yang kita dengar, maka akan rusak kalau jendelanya tidak kita jaga." Buya Yahya menjelaskan.
Buya Yahya mengatakan bahwa pendengaran dan penglihatan hanya boleh digunakan apabila hal itu berguna untuk kehidupan akhirat.
"apa yang berguna untuk kehidupan kita di akhirat? maka dia akan menjadikan pendengarannya untuk sesuatu yang berguna, melihat sesuatu yang berguna. jadi kita menjaga mata kita, tidak boleh mendengar kecuali itu berguna, Jelas Buya Yahya.
"Kalau tiba-tiba mendengar, ya kita tepis. tidak boleh mengikuti yang demikian." lanjut Buya Yahya.
Baca Juga: Bagi Dokter yang Meninggalkan Salat Karena Sedang Melakukan Operasi, Begini Kata Buya Yahya
Buya Yahya pun mengatakan bahwa sifat dengki, benci, dan sebagainya diakibatkan karena seseorang hubbud dunya yakni gampang terkagum-kagum melihat duniawi.
"wah ini mobilnya bagus, rumah megah, dan lain sebagainya. Tetap saja dia akan terhinakan," kata Buya Yahya.
"Karena pandangannya adalah penghargaan untuk dunia tersebut," sambungnya.
Buya Yahya menyampaikan bahwa untuk menghindari itu semua maka kita harus menguatkan keyakinan tentang akherat, sehingga seseorang ketika diberikan kekayaan oleh Allah itu biasa baginya. Kekayaan tidak dijadikan sebagai kekuatan.
Buya Yahya kemudian mengatakan, bahwa apabila kekayaan digunakan sebagai kekuatan maka akan muncul orang yang dengan kekayaannya berbuat sewenang-wenang. Bahkan berbuat apa saja melanggar Allah, demikian juga dengan jabatan jika dijadikan sebagai kekuatan.
Hal itu karena orang yang menjadikan kekayaan dan jabatan sebagai kekuatan adalah orang yang tidak kenal Allah. Karunia yang Allah berikan tidak digunakan untuk kebaikan, tetapi digunakan untuk sesuatu yang tidak baik.