SuaraBandung.id - Ustaz Adi Hidayat (UAH) dalam satu ceramahnya menyampaikan bahwa salat seharusnya membuat kita menjadi tenang.
Ia pun mengatakan bahwa apabila kita tidak merasakan tenang setelah salat, maka kita harus memperbaiki salat kita.
Ustaz Adi Hidayat kemudian menyampaikan agar kita melatih gerakan salat untuk mendapatkan tenang, itu disebut dengan tuma'ninah.
Ia lalu mengatakan bahwa tuma'ninah itu juga dapat melatih jiwa kita.
"dan ingat ya, tuma'ninah itu melatih jiwa, masih inget dalam qulub ada apa? yo, masih inget nggak, saya bikin itu, ada nafs, masih inget,sobrun, qabrun, nafs," Ungkap UAH.
Ustaz Adi Hidayat pun mengatakan bahwa apa bila seseorang sudah dapat melakukan tumakninah itu, maka akan menjadikannya muthmainnah.
"jadi ternyata temen-temen sekalian, tuma'ninah itu sifat yang melatih kepada nafs, dan nafs, kalau sudah tumakninah itu berubah menjadi nama, namanya mutma'innah," ungkap UAH.
"Tuma'ninah dalam salat itu melatih kepada jiwa, supaya tenang, qulub itu jamak dari kata qalbun, dalam qalbun ada nafs, dalam nafs ada takwa dan fujur," lanjut UAH.
Kemudian Ustaz Adi Hidayat juga menyampaikan bahwa mutmainnah itu akan terbawa sampai seseorang meninggal.
Baca Juga: Tingkatkan Kesuburan dengan Habbatussauda, Berikut Tips dari dr. Zaidul Akbar
"jadi tuma'ninah itu melatih jiwa supaya tenang, jiwa itu kan nafs, kalau jiwanya tenang, punya sifat tenang, disebut mutmainnah, itu mahal, mutmainnah itu terbawa sampai meninggal," ungkap UAH.
Muthmainnah menurut Ustaz Adi Hidayat adalah sebagai penjamin kemuliaan seseorang di hadapan Allah, meninggalnya seseeorang pun akan tenang apabila orang tersebut sudah benar dalam salatnya.
Allah telah mengingatkan kita melalui isyarat dari Al-Quran surat kedua, Al-Baqarah ayat 46 sampai ayat 46.
"Kata Allah kalau ingin khusyuk, sederhananya siapkan dirimu untuk menghadap kepada Allah, sempurnakan, wudhu sempurnakan, pakai pakaian yang baik, kan ayatnya ada semua, tentang pakaian Quran surat 7 ayat 31," Ungkap UAH.
Ustaz Adi Hidayat pun mengingatkan bahwa menghadap Allah harus dipersiapkan dengan sempurna, bahkan harus lebih baik daripada ketika bertemu dengan seorang pimpinan.
"Anda menghadap pimpinan pakaian bagus begitu, ya, mau ke pelaminan sampai dipesan ya, luar biasa sebelumnya, datang ke pesta bahkan dijahit jauh-jauh hari sebelumnya, ini memenuhi panggilan Allah yang sangat luar biasa," Kata UAH.