SuaraBandung.id - Gus Baha menyampaikan dalam satu ceramahnya bahwa musuh kita yang paling dekat dan paling berbahaya adalah diri kita sendiri.
"Kalau ada orang yang berpikir bahwa dia punya musuh dan musuh itu selain dirinya, maka dia sangat-sangat bodoh. Tidak tahu paling bahaya adalah hakekat, dalam hidup adalah dirinya sendiri," kata Gus Baha.
Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube Islamic Booster yang diunggah pada 19 Maret 2021, Gus baha menjelaskan bagaimana diri sendiri dapat menjadi musuh yang berbahaya.
"Uwong sing dipateni uwong, ngenteni (orang mau dibunuh orang lain, menunggu). Sasarane tepat sing musuhe (sasarannya tepat dari musuh).Tapi nanging (kalau) bunuh diri kan langsung. Gampang ndi dipateni karo uwong bunuh diri (gampang mana, dibunuh atau bunuh diri), gampang bunuh diri," ungkap Gus Baha.
Kemudian Gus Baha mengatakan bahwa apabila seseorang measa tidak bahagia karena dihujat orang lain, maka hakikatnya orang tersebut telah menderita karena dirinya sendiri.
"kowe (kamu) tidak bahagia karena dihujat orang, itu nunggu sekian kasus baru dihujat orang. Kalau sudah dihujat orang, jadi susah. Orang kok dimaki-maki terus. Sebelum orang lain menghujat anda, hakekat anda sudah orang menderita. Karena anda sering menghujat diri sendiri," ungkap Gus Baha.
Lalu Gus Baha menerangkan bagaimana contoh seseorang menghujat dirinya sendiri.
"Gusti, gusti (Tuhan), melarat ko (miskin kok) nggak selesai-selesai. Punya istri kok membebani, tonggo ora seneng aku (tetangga nggak senang sama saya). Kula awak opo gusti (saya manusia apa), itu kan berarti anda menghujat diri sendiri. Jadi yang paling menyengsarakan diri kita adalah kita sendiri," pungkas Gus Baha.
Baca Juga: Satu dari Tiga Model Manusia Pertama yang Masuk Neraka, Buya Yahya: Pernah Disebut oleh Nabi