SuaraBandung.id - Zuhud adalah satu sifat yang mampu mencerminkan kemuliaan seorang muslim.
Terkadang, sebagian orang Islam masih belum bisa mempraktikkan zuhud sesuai dengan makna zuhud yang sebenarnya.
Lalu, apa sebenarnya makna dari sifat zuhud?
Jawaban atas pertanyaan itu terungkap dalam satu ceramah yang disampaikan oleh Ustaz Adi Hidayat.
Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube Pengingat Diri yang diunggah pada 27 Oktober 2022, berikut ulasannya.
Ustaz Adi Hidayat mengungkapkan bahwa arti dari zuhud adalah menggunakan segala nikmat untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah.
"Saya mau bertanya ustaz, makna zuhud itu apa? Zuhud itu artinya menggunakan segala nikmat untuk ketaatan kepada Allah SWT, itu zuhud," ungkap Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat lalu menjelaskan bahwa zuhud tidak berarti bahwa seseorang harus miskin dan tampil seperti orang yang tidak punya apa-apa.
"Jadi zuhud itu bukan harus miskin, zuhud itu bukan harus tampil seadanya dalam artian seperti kelihatan tidak punya, bukan. Tapi yang dipunya, tunjukkan sesuai dengan fungsi yang Allah tetapkan," jelas Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat kemudian menyampaikan satu kisah, yaitu ketika imam Abu Hanifah bertemu dengan seorang sahabat di jalan.
"imam Abu Hanifah pernah lewat, begitu lewat, dia bertemu sahabatnya di jalan, pakaiannya compang-camping, padahal dia (sang sahabat) orang kaya," ucap Ustaz Adi Hidayat.
Diceritakan oleh Ustaz Adi Hidayat bahwa imam Abu Hanifah lalu bertanya kepada sang sahabat.
"Kenapa pakaian kamu begini?" kata Abu Hanifah.
"Saya sedang mempraktikkan zuhud," jawab sang sahabat.
"Zuhudlah engkau dengan mengamalkan firman Allah, nikmat Allah yang Allah berikan kepadamu, 'hadits', ucap Abu Hanifah.
Lalu, Ustaz Adi Hidayat mengungkapkan bahwa yang dimaksud hadits dalam hal itu adalah mengungkapkan bukti nikmat yang telah Allah berikan.
"Hadits, ungkapkan, kalau nikmatnya berupa pakaian, sampaikan, pakai pakaian yang bagus-bagus sebagai bukti kenikmatan dari Allah SWT. Justru kalau kamu (sang sahabat) tampil seperti ini seperti kufur nikmat," ungkap Ustaz Adi Hidayat.
"Dikasih nikmat yang bagus, dipakai yang compang-camping, sehingga orang iba kepada dirimu. Karena iba, berprasangka buruk kepada Allah SWT," tambah Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat juga menyebutkan bahwa kesalahpahaman seseorang dapat terjadi karerna melihat praktik zuhud yang tidak benar.
"Yang usaha keras saja pakai yang compang-camping, apalagi saya yang tidak usaha keras, akhirnya orang salah menyimpulkan," pungkas Ustaz Adi Hidayat.