Saat itu Kang Dedi menjadi Ketua HMI Cabang Purwakarta. Pertemuan Dedi Mulyadi dan Sri Widyowati keduanya juga bermula dari organisasi tersebut.
"Kita hari ini bernostalgia mengenang masa susah waktu itu," kata Dedi Mulyadi seperti dilihat dari kanal Youtubenya pada Sabtu (5/11/2022).
"Dulu ini hadir juga yang juru masak di sekretariat HMI suka masak sup tulang," kata Kang Dedi bercerita di samping anaknya seperti dikutip dari youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Sabtu (5/11).
Setiap pagi para Kohati termasuk Sri Widyowati, masak bersama untuk kader dan pengurus.
Setelah masakan jadi, semua dimakan bersama-sama dengan semua anggota HMI termasuk almarhumah istri Kang Dedi yakni Sri Widyowati.
Kang Dedi Mulyadi juga menceritakan bagaimana dirinya berjualan koran di kantor Golkar.
Keuntungan yang didapat dari jualan koran lalu dibelikan makanan, untuk dimakan bersama kader HMI lainnya.
"Dulu jualan koran di Kantor Golkar, dapat duit Rp600 perak bisa beli karedok sama nasi," kata Kang Dedi menceritakan masa-masa indahnya sebagai aktivis.
Sebagai aktivis, Dedi Mulyadi bersama pengurus HMI lainnya selalu membuat makanan di sekretariat, agar selalu didatangi kader.
Strategi masak-masak ini sukses, di mana sekretariat HMI tidak pernah sepi, dan selalu mengisi waktu dengan diskusi dan makan-makan.
Di sisi lain, teman-teman Dedi Mulyadi mengenal sosok Sri Widyowati atau yang disapa Neng Sri adalah sebagai kader Kohati yang sangat loyal kepada teman-temannya.
Sri Widyowati selalu menjadi yang terdapat dalam urusan kebersamaan.
Istri pertama Dedi Mulyadi ini sering mentraktir serta suka memberi makanan teman-temannya, terlebih saat dapat kiriman uang dari orangtua.
Saat ini atau 20 tahun masa indah telah berlalu, teman-teman Sri Widyowati berkumpul untuk mengenang dan diperkenalkan pada anak mendiang bersama Kang Dedi Mulyadi yakni Maula Akbar.
"Orang yang baik adalah orang yang bisa mengingat kebaikan orang lain," pesan Kang Dedi Mulyadi kepada putra pertamanya ini. (*)