Temuan Proyek China di Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Rp 21 Triliun, Anak Buah Jokowi Minta Dimaklum

Suara Bandung

Kamis, 10 November 2022 | 09:38 WIB
Temuan Proyek China di Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Rp 21 Triliun, Anak Buah Jokowi Minta Dimaklum
Presiden Jokowi di proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung. fakta di lapangan ditemukan temuan yang luar biasa jika Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) diketahui mengalami pembengkakan nilai. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/hp)

SuaraBandung.id - Proyek ambisius Presiden Joko Widodo yang bekerja sama dengan China disinyalir bermasalah. 

Proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung diakui mengalami pembengkakkan biaya hingga Rp21 triliun.

Anak buah Presiden Joko Widodo yang mengurusi mega proyek tersebut, lantas meminta pemakluman.

Sebagai informasi, jika saat ini fakta di lapangan ditemukan temuan yang luar biasa jika
Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) diketahui mengalami pembengkakan nilai investasi atau overrun. 

Bukan itu saja, nilai yang membengkak ini malah berbeda dari temuan China dan Indonesia.

Dalam temuan itu, ada perbedaan hitungan overrun antara pemerintah Indonesia dengan China.

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi menjelaskan, hitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), nilai investasi proyek itu membengkak sebesar USD1.499 atau setara Rp21,7 triliun (kurs USD1 = Rp15.500).

Kemudian temuan berbeda muncul dari China, yang menerangkan jika bengkaknya biaya pembangunan proyek sebesar USD980 juta atau setara Rp15,19 triliun.

Dengan gampangnya anak buah Jokowi itu mengatakan jika perbedaan hanya pada cara melakukan review, beda metode dan beda asumsi.

baca juga

"Jadi, ada perbedaan (nilai yang membengkak) karena beda cara melakukan review, beda metode dan beda asumsi," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta yang ditulis Kamis (10/11/2022).

Kemudian anak buah Jokowi tersebut menjelaskan, jika perbedaan asumsi dilihat dari perhitungan dari pihak ketiga. 

Bahkan anak buah Jokowi itu mengatakan jika Pemerintah China tidak memasukkan biaya pihak ketiga seperti penyediaan persinyalan. 

Sedangkan hitungan Pemerintah Indonesia, kata anak buah Jokowi memasukkan biaya pihak ketiga ke daftar biaya yang bengkak.

"Di China (persinyalan) itu free ya," kata anak buah Jokowi, Dwiyana Slamet Riyadi. 

"China menilai seharusnya pemerintah Indonesia juga bisa memberikan free of charge pada KCJB untuk mendapatkan frekuensi GSMR," ucap Dwiyana Slamet Riyadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Bengkak Rp 21 Triliun, China Lebih Rendah!

Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Bengkak Rp 21 Triliun, China Lebih Rendah!

Bisnis | Kamis, 10 November 2022 | 08:37 WIB

Jokowi dan  Xi Jinping Batal Hadiri Uji Dinamis Kereta Cepat Jakarta Bandung Secara Virtual

Jokowi dan Xi Jinping Batal Hadiri Uji Dinamis Kereta Cepat Jakarta Bandung Secara Virtual

Bisnis | Rabu, 09 November 2022 | 16:31 WIB

Menhub Ceritakan Awal Mula Tercetusnya Rencana Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Menhub Ceritakan Awal Mula Tercetusnya Rencana Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Bisnis | Jum'at, 04 November 2022 | 17:34 WIB

Tak Sampai 1 Jam, Ini Jalur Tol Baru Rute Jakarta-Bandung Tak Sampai 1 Jam, Cek Tarif di Sini

Tak Sampai 1 Jam, Ini Jalur Tol Baru Rute Jakarta-Bandung Tak Sampai 1 Jam, Cek Tarif di Sini

Bandung | Senin, 05 September 2022 | 13:54 WIB

Tampilan Dalam Kereta Cepat Jakarta-Bandung untuk Kelas Satu dan Dua

Tampilan Dalam Kereta Cepat Jakarta-Bandung untuk Kelas Satu dan Dua

Bandung | Senin, 05 September 2022 | 12:16 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×