SuaraBandung.id - Setiap manusia memiliki tingkat Keyakinan ataupun kepercayaan yang berbeda-beda kepada Tuhan. Terkadang, seseorang masih membutuhkan dalil ataupun alasan untuk dapat percaya kepada Tuhan.
Namun, iman seseorang yang disukai oleh Allah adalah iman yang tidak membutuhkan alasan. Sebagaimana disampaikan oleh Gus Baha dalam ceramahnya.
Gus Baha pun mengungkapkan bahwa dalam kitab yang ditulis oleh Sayid Muhammad, tertulis bahwa iman yang dimilikinya bagaikan iman orang-orang lugu.
"Sayid Muhammad kayak apa alimnya, (dia) menutup kitab 'Mafahim an Tushohah' nya 'imanku seperti imannya orang-orang lugu'," ungkap Gus Baha.
Gus Baha kemudian menjelaskan bagaimana yang dimaksud dengan iman orang yang lugu itu.
"Karena orang lugu itu tidak suka berpikir, kalau orang lugu bertemu Allah 'kamu tahu Aku Tuhan?' 'Iya tahu, pokoknya Engkau Tuhan.' 'Apa buktinya kalau Aku Tuhan?' 'Ya, yang jelas Engkau Tuhan.' Nah, Allah suka orang yang begitu," jelas Gus Baha.
Gus Baha kemudian memberikan satu perumpamaan, yaitu ketika seseorang memberikan alasan untuk menyukai seorang kyai.
"kalau kamu jadi kyai dan bertanya, 'kenapa kamu menyukaiku?' 'karena anda alim, bacaan kitabnya enak', kan terlalu banyak alasan. Tapi kalau pertanyaanmu itu dijawab, 'ya saya suka saja, pokoknya suka' masyhur itu," kata Gus Baha.
Gus Baha lalu mengungkapkan bahwa iman kepada Allah itu tidak membutuhkan perhitungan.
"jadi, orang lugu kalau ditanya itu jawabannya mudah, beda dengan kamu, kebanyakan perhitungan, dihitung prospek tidaknya, makanya ulama dulu sering bilang 'ya Allah, beri saya rejeki iman seperti imannya orang-orang lugu'" pungkas Gus Baha.