SuaraBandung.id – Nia Ramadhani baru saja menerbitkan buku tentang kisah hidupnya sejak masih kanak-kanak hingga beranjak dewasa.
Buku tersebut hadir setelah dirinya dan sang suami, Ardi Bakrie selesai dengan masa rehabilitasi.
Berbincang tentang bukunya, Nia Ramadhani akui dirinya dirundung banyak masalah, sehingga membuat kesehatan mentalnya tidak baik.
“Banyak hal-hal yang aku pikir oke-oke aja ternyata tidak, misalnya dalam pernikahan, aku tidak bisa mengungkapkan perasaan aku. Hal – hal sepele yang muncul dari pikiran kita sendiri sehingga membuatnya tertumpuk-tertumpuk, ternyata itu ga baik buat kita,” tuturnya, dikutip dari kanal Youtube Cumi-cumi, Kamis (1/12/2022).
Diakui oleh Nia Ramadhani, dirinya yang tidak bisa mengungkapkan perasaan telah ia alami semenjak masa kecil. Ternyata, hal ini terbawa sampai ia beranjak dewasa.
Membicarakan kesalahannya, Nia Ramadhani bersyukur bisa lebih baik dari sebelumnya.
“Yang jelas yang paling besar kesalahan aku adalah ketidak mampuan aku dalam berkomunikasi secara sehat, tapi sekarang setelah belajar Alhamdulillah semuanya lebih enteng,”
Nia Ramadhani mengaku menemukan dirinya yang baru setelah melewati masa rehabilitasi yang dialaminya.
Meskipun dengan ketebukaan tentang hidupnya sama saja dengan mengundang orang lain untuk masuk dan ikut campur dalam hidupnya, Nia Ramadhani siap menghadapi konsekuensi tersebut.
Baca Juga: Pinkan Mambo Banyak Polah, Anaknya Dinyinyirin: Michele Ashley Jangan Kayak Mama
Nia Ramadhani mengakui bahwa dirinya siap dengan beragam komentar masyarkat terhadap dirinya, setelah diterbitkannya buku ini.
“Mungkin ada beberapa dari pendapatnya mereka (masyarakat), bisa jadi pelajaran juga buat kita. Kita denger aja dengan hati terbuka,”
Rehabilitasi juga memberikan efek yang lebih baik bagi keharmonisan rumah tangga Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie.
Masih tentang rehabilitasi yang pernah ia alami, Nia Ramadhani ungkapkan dirinya ketakutan meninggalkan anak-anaknya.
Namun ternyata orang sekitar Nia Ramadhani memberikan support atas apa yang terjadi terhadapnya.
“Waktu awal mungkin rasanya takut, kepikiran anak-anak dan lain-lain. Tapi ketika dijalanin, Tuhan udah atur semuanya kok. Kaya anak-anak ga sendirian, support system aku sangat kuat,”