Keluarga menyadari ada sesuatu dengan Ferry Mursyidan Baldan saat dihubungi, tidak diangkat-angkat.
"Ditelepon gak diangkat. Infonya kak Hanifah (istri Ferry Mursyidan Baldan), menelepon sejak malam," katanya.
"Sudah jam 12 malam, Bang Ferry Mursyidan Baldan belum pulang, lalu ditelepon terus," katanya.
"Gak nyambung. Pagi-paginya baru diketahui ada kabar jika Bang Ferry Mursyidan Baldan meninggal dunia," katanya.
Dengan kondisi tersebut, Joni mengatakan besar harapannya dilakukan visum pada jasad mendiang Ferry Mursyidan Baldan.
Majelis Nasional KAHMI kata Joni harus mengambil sikap dengan menyarankan visum terlebih dahulu.
"Kabarnya serangan jantung. Tapi ada baiknya dilakukan visum agar semua jelas," kata Joni. (*)