Baju Bekas Menumpuk di Cianjur, Netizen Ini Beberkan Banyak Kebaya hingga Baju Pengantin yang Dikirim Donatur: Bikin Overload!

Suara Bandung | Suara.com

Selasa, 06 Desember 2022 | 10:47 WIB
Baju Bekas Menumpuk di Cianjur, Netizen Ini Beberkan Banyak Kebaya hingga Baju Pengantin yang Dikirim Donatur: Bikin Overload!
Baju-baju Bekas untuk Korban Cianjur yang Bertumpuk di Depan Bangunan Sekolah (Foto Istimewa/ Tangkapan Layar Twitter @kurawa)

SuaraBandung.id - Baju-baju hasil pemberian donatur kepada para pengungsi gempa Cianjur kini terlihat menumpuk dan tidak kenakan oleh para pengungsi.

Diketahui, hal ini sudah beberapa kali terlihat semenjak gempa mengguncangkan Cianjur dimana pakaian-pakaian hasil donasi tidak di gunakan dan dibiarkan oleh para korban.

Hal ini tentunya membuat publik geram dan beranggapan jika para korban gempa Cianjur kurang bersyukur atas pemberian mereka.

Terlihat dalam salah satu video di TikTok dimana terdapat baju-baju menumpuk yang diletakkan begitu saja di depan bangunan sekolah.

Menanggapi hal tersebut, salah satu netizen menjelaskan jika para korban gempa Cianjur tidak memiliki niat buruk yang publik pikir.

Dalam lama media sosial TikTok, ia membeberkan mengenai alasan-alasan yang seharusnya publik mengerti ketika ingin berdonasi.

Overload, baju bekas di Cianjur memang sangat banyak yang ngirim bisa sampe satu kontener atau kolbun, jadi overload,” tutur akun @mira_cumil_.

Selanjutnya Mira juga menjelaskan jika para pengungsi tidak mengenakan pakaian tersebut dikarenakan baju yang dikirim bukanlah pakaian sesuai kebutuhan para pengungsi.

“Yang kedua, banyak yang dikirim itu baju-baju kebaya, baju pengantin, tenda udah panas jadi bajunya bukan fungsinya, jadi enggak bisa di pakai sehari-hari dalam kondisi darurat seperti itu,” jelasnya.

“Yang ketiga, yang disebut baju layak pakai dan tidak layak pakai itu salah satunya itu ya, diperuntukan untuk apa, karena yang dibutuhkan seperti jaket, kaos, celana sehari-hari,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Mira juga menghimbau kepada para pegawai negeri untuk lebih bisa menjelaskan kebutuhan para pengungsi kepada donatur.

“Harusnya bapak sebagai pegawai yang memakai seragam, bisa memberikan penjelasan kepada orang-orang awam yang tentunya tidak pergi ke lokasi dan tidak menggiring opini,” jelasnya.

Sontak saja penjelasan dari Mira ini menjadi buah bibir di netizen yang menyutujui penjelasan darinya.

“Bner banget th yg btuh nya jaket sama selimut karena ada yg meninggal juga karena kedinginan,” tulis akun @Fent***.

“Ini yg nama nya benee bner relawan yg mlihat langsung, bkn ngomong yg lain lain..sehat sllu tteh, smg allah bls kbaikan tteh,” tulis akun @Navi***.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lupakan Anne Ratna Mustika, Dedi Mulyadi Mulai 'ngemodus' ke Gadis 21 Tahun Daun Muda Asal Cianjur: Jauh di Umur Dekat di Hati

Lupakan Anne Ratna Mustika, Dedi Mulyadi Mulai 'ngemodus' ke Gadis 21 Tahun Daun Muda Asal Cianjur: Jauh di Umur Dekat di Hati

| Senin, 05 Desember 2022 | 08:19 WIB

Pemerintah Bakal Usulkan Kebaya Jadi Warisan Tak Benda UNESCO Jalur "Single Nomination"

Pemerintah Bakal Usulkan Kebaya Jadi Warisan Tak Benda UNESCO Jalur "Single Nomination"

Jatim | Selasa, 29 November 2022 | 18:33 WIB

Ribuan Pengungsi Gempa Cianjur Terserang ISPA, Diare hingga Hipertensi

Ribuan Pengungsi Gempa Cianjur Terserang ISPA, Diare hingga Hipertensi

Jabar | Selasa, 29 November 2022 | 17:58 WIB

Terkini

Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah

Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah

Sumsel | Jum'at, 17 April 2026 | 00:03 WIB

Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026

Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026

Sport | Jum'at, 17 April 2026 | 00:00 WIB

Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang

Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang

Bola | Kamis, 16 April 2026 | 23:55 WIB

Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan

Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan

Bola | Kamis, 16 April 2026 | 23:48 WIB

6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau

6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau

Kalbar | Kamis, 16 April 2026 | 23:46 WIB

Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita

Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita

Banten | Kamis, 16 April 2026 | 23:37 WIB

Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026

Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026

Lampung | Kamis, 16 April 2026 | 23:36 WIB

5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB

5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB

Bogor | Kamis, 16 April 2026 | 23:30 WIB

Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang

Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang

Jatim | Kamis, 16 April 2026 | 23:26 WIB

Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi

Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi

Banten | Kamis, 16 April 2026 | 23:04 WIB