SuaraBandung.id - Ada seorang penjual ikan di warung kecil, ia mengaku ikan yang dijualnya tersebut telah ditimbang seberat 9 ons dan harga ikan itu juga dicantumkan di plastik.
Ia pun mengaku ikan yang dijualnya sengaja ditimbang seberat 9 ons agar untung yang didapatkan tidak terlalu tipis, mengingat ikan tersebut disimpan di freezer yang tentunya menggunakan listrik.
Penjual ikan tadi memberikan pertanyaan kepada Buya Yahya terkait hal tersebut. Ia bertanya apakah hal tersebut termasuk riba atau tidak.
Pertanyaan itu pun dijawab oleh Buya Yahya. Buya Yahya mengatakan bahwa riba terbatas dalam pinjam meminjam, adapun keharaman transaksi bukan hanya riba saja.
Dilansir SuaraBandung.id dari video dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 13 Desember 2022, berikut ulasannya.
"Keharaman dalam transaksi bukan hanya riba saja. Riba itu terbatas, dalam pinjam-meminjam riba," ungkap Buya Yahya.
"Cuman kalau anda jual beli bohong bukan riba, bohong. Misalnya memalsukan timbangan, berbohong dalam timbangan, itu bukan riba dosanya, dosa khianat," imbuhnya.
Buya Yahya kemudian mengatakan bahwa apabila timbangan diubah sehingga menjadi tidak benar maka hal tersebut dapat menjadi dosa besar.
"Jadi seolah semua riba-riba, oh engga, riba sendiri. Jadi kalau ada orang timbangannya di setting beda, rusak, maka itu adalah dosa besar, dia itu merubah takaran dan timbangan," kata Buya Yahya.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Melandai, Hong Kong Hapus Aplikasi Pelacakan Kontak Covid-19
Buya Yahya lalu mengungkapkan bahwa ada dua pilihan yang dapat dilakukan terkait perhitungan timbangan dalam menjual ikan tersebut.
"Adapun yang anda lakukan, itu anda baik, anda takut dosa. Jadi ada dua pilihan, karena kemerosotan berat ikan setelah anda freezer, kalau anda tetap hitung satu kilo maka anda akan rugi, maka ada dua pilihan biar halal," ungkap Buya Yahya.
"Yang pertama adalah tetap hitungannya 1 kilo full utuh, anda naikkan harganya untuk nutup, satu. Yang kedua seperti yang anda lakukan, anda tulis 9 ons, cuman anda kasih tahu orang, anda tidak bohong kalau ngasih tau," lanjut Buya Yahya menjelaskan.
Setelah itu, Buya Yahya menngingatkan bahwa apabila kita timbangan yang telah kita lakukan tidak ditulis dengan benar, maka hal tersebut adalah kebohongan.
"Tapi kalau anda nipu, ya, anda bohong, anda 9 ons anda tulis 1 kilo, wah anda bohong, ya," ucap Buya Yahya.
"Tapi kalau anda nimbang, 1 kilo waktu ditimbang tak taunya setelah dibungkusin kok merosot sendiri bukan anda sengaja, tau taunya airnya netes, anda tidak dosa (kalau) di luar kemampuan anda," lanjut Buya yahya.