SuaraBandung.id - Seorang jamaah menuliskan sebuah pertanyaan kepada Buya Yahya. Jamaah tersebut mengaku diberitahu oleh seseorang bahwa ada laki-laki yang sakit hati kepadanya.
Laki-laki tersebut ingin membuat sang jamaah tak bisa menikah ataupun ingin mengirimkan penyakit gatal-gatal kepada sang jamaah.
Orang tadi yang menyampaikan hal itu pun mengaku bisa mengobati sang jamaah agar perbuatan laki-laki tersebut tidak terjadi.
Lalu, bolehkah mempercayai orang yang mengaku bisa mengobati penyakit kiriman tersebut dan bagaimana hukumnya bila berobat kepada orang tersebut?
Buya Yahya pun menjawab pertanyaan itu dan mengataan bahwa hendaknya kita harus cerdas, jangan sampai kita tertipu dengan keyakinan-keyakinan semacam itu.
Dilansir SuaraBandung.id dari video dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 29 Desember 2022, berikut ulasannya.
"Menata hati (bagi) laki-laki itu penting sekali," ungkap Buya Yahya.
"Kemudian juga cerdas jangan sampai anda tertipu. Ada keyakinan-keyakinan semacam itu, istilahnya dipageri, supaya nggak bisa nikah oleh orang yang dengki sama saya, lanjut Buya Yahya menjelaskan.
Buya Yahya lalu mengatakan bahwa hendaknya kita tidak berprasangka buruk kepada orang lain.
Baca Juga: 6 Tips agar Tidur Lebih Nyenyak, Kurangi Penggunaan Barang Elektronik
"Kok Ge eR amat ente, kemudian suudzon sama orang. Menduga-duga, ndak tahu lagi orangnya kenapa (demikian). Anda dibisiki oleh setan untuk melakukan sesuatu yang kurang berguna, tidak berguna bagi anda," kata Buya Yahya.
Buya Yahya pun menjelaskan bagaimana seharusnya menyikapi hal tersebut. Ia mengatakan bahwa kita seharusnya berusaha untuk lebih dekat dengan Allah setelah terlebih dahulu melakukan koreksi diri.
"Semestinya, anda kembali kepada Allah, lalu koreksi diri. Mungkin pertama adalah anda kurang dekat, kurang mohon kepada Allah, satu," Jelas Buya Yahya.
"Kemudian, untuk bisa dinikahi seseorang, anda harus begini loh ya, anda ingin dinikahi oleh orang kaya apa sih, kan begitu, kalau anda mancing ikan itu adalah (menggunakan umpan) selera ikan, jangan selera anda," lanjut Buya Yahya menegaskan.
Setelah itu, Buya Yahya mengungkapkan bahwa kita hendaknya mengutamakan untuk memantaskan diri daripada memikirkan siapa orang yang mengganggu kita.
"Anda senang sambal pedas, mau mancing ikan kasih sambal pedas, nggak mau makan (oleh) ikan, anda harus (ikuti) selera ikan. Artinya anda memantaskan diri dong untuk dipinang oleh orang, jangan mikirin siapa yang ganggu saya," ungkap Buya Yahya.