SuaraBandung.id - Pakar Komunikasi Politik, Effendi Gozali, menganalogikan kesamaan kondisi antara pendaftaran calon presiden dengan pertandingan sepak bola antara Timnas Indonesia Lawan Vietnam di Leg pertama pada Hari Jumat lalu.
Catatan yang perlu ditanggapi ini mengenai sampai kapan sebuah Koalisi harus dipertahankan dalam sistem presidensial modern. Apakah koalisi ini harus dipertahankan sampai 20 Oktober 2024 padahal pemilihan presidennya 14 Februari 2024.
“Setelah menonton pertandingan itu, baru saya sadar bahwa antara pendaftaran calon presiden dengan masuknya -pemain sepak bola- di lapangan itu memang perlu aturan yang benar."
“Ada tiga pemain, Witan, Spaso Jevic dan Sadil Ramdani yang sudah berdiri di pinggir lapangan pada menit 87 dan 88.“
“Ketiga permain yang telah berdiri di pinggir lapangan ini, tidak bisa masuk lapangan karena asisten Shin Tae-young belum mendaftarkannya ke panitia pertandingan.” Kata Efendi Gozali dalam kanal Youtube Indonesia Lawyers Club (ILC) tanggal (7/1/2023) dan dikutip pada Kamis (12/1/2023).
Barulah ketiga pemain Timnas Indonesia dapat masuk ke Lapangan pada menit ke 90 ke atas.
Namun menariknya, ada salah satu dari para pemain pengganti ini, hanya mendapatkan satu kali kesempatan menendang bola sebab wasit sudah meniup pluit lebih dahulu.
Menurutnya, muncul sebuah konsekuensi atas peristiwa pendaftaran pemain atau dalam konteks yang lebih besar tentang pendaftaran presiden.
Apabila telat dalam mendaftar, mereka tidak bisa masuk lapangan. Pun jika terlalu cepat bisa saja menyebabkan kegaduhan. Seperti halnya kehadiran para penonton pada pertandingan lalu.
Baca Juga: Rampung Jalani Pemeriksaan Perdana 5 Jam, Lukas Enembe Langsung Dijebloskan ke Rutan KPK
“Apalagi kehadiran penonton yang berteriak anti-Vietnam, anti-Vietnam.”
Nah ternyata dalam kasus yang kita bicarakan malam ini, ada penonton yang berteriak anti-tesis anti-tesis. Kurang lebih begitu perbandingannya,” Pungkas Effendi Gozali. (*)
Sumber : YouTube Indonesia Lawyers Club