bandung

Buat Perubahan! Tak Cukup Hanya Sebatas Kata dalam Dakwah, Lalu Bagaimana Seharusnya? Buya Yahya: Cara Berpikir

Suara Bandung Suara.Com
Rabu, 18 Januari 2023 | 15:20 WIB
Buat Perubahan! Tak Cukup Hanya Sebatas Kata dalam Dakwah, Lalu Bagaimana Seharusnya? Buya Yahya: Cara Berpikir
Buya Yahya ungkap apa yang harus dimiliki oleh seorang juru dakwah ataupun pendakwah. (Tangkapan Layar YouTube Buya Yahya)

SuaraBandung.id - Kata-kata tidaklah cukup bagi seorang pendakwah yang mengajak orang lain meyakini dan mengamalkan pandangan Islam.

Lebih dari itu, harus ada perubahan dari diri sendiri yang dilakukan untuk mengisi waktu yang ada, tentu bersama Allah SWT.

Sebagaimana diungkapkan oleh Buya Yahya, hendaknya juru dakwah membuat perubahan serta memiliki penyesalan saat melakukan satu dosa.

Dilansir SuaraBandung.id dari video dalam kanal YouTube Buya Yahya yang diunggah pada 18 Januari 2023, berikut ulasannya.

"Juru dakwah, kami selalu sampaikan, ustaz, tidak cukup kita menyusun kata-kata yang rapi," ungkap Buya Yahya.

"Membuat perubahan di sana dari diri kita, malam-malam kita dengan Allah, saat sendiri kita dengan Allah, ngadu kepada Allah, membuat perubahan, dan kita harus punya penyesalan-penyesalan di saat kita melakukan satu dosa," lanjut Buya Yahya.

Buya Yahya kemudian menjelaskan bahwa hendaknya seorang juru dakwah bertobat dan menyadari perbuatan yang dilarang.

"Biarpun kita harus melarang, artinya begini, kalau kita melarang orang akan sebuah dosa, lalu kita masih melakukannya, ya kita manusia tapi segera kita sadar. Kita bertobat mohon ampun kepada Allah SWT," jelas Buya Yahya.

Buya Yahya lalu menyebut bahwa apabila kita melakukan hal yang dilarang Allah, padahal kita melarang orang lain melakukan hal tersebut, maka itu adalah kebohongan.

Baca Juga: Sempat Geledah Ruang Kerja Anggota DPRD DKI, KPK Sebut Korupsi Lahan di Pulo Gebang Rugikan Negara Ratusan Miliar

"Maka termasuk kebohongan, melakukan, menyuruh orang lain dengan kebaikan tapi tidak dia, tidak mau melakukan kebaikan. Jika keharaman, orang-orang keharaman tapi dia melakukan," ucap Buya Yahya.

Buya Yahya pun mengatakan bahwa orang yang pandai bertutur kata namun tak bisa melaksanakannya, maka orang tersebut dimurkai Allah.

"Akan menjadi besar hukuman, murka Allah bagi orang yang pandai bertutur kata apa tidak bisa melakukannya. Bisa menyuruh orang lain berbuat baik tapi dirinya sendiri tidak menyadari kalau itu tidak baik," kata Buya Yahya.

"Dia menyuruh orang berbuat baik tapi dia sendiri tidak rindu melakukannya, atau dia melarang orang lain melakukan kebaikan tapi dia termasuk pelaku pertama," lanjut Buya Yahya menjelaskan.

Setelah itu, Buya Yahya mengungkapkan bahwa ada yang salah dalam cara berpikir orang yang tidak rindu melakukan kebaikan padahal orang tersebut menyuruh orang lain berbuat baik.

"Ada yang salah di dalam cara berpikirnya," ungkap Buya Yahya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI