Masih Eksis Hingga Dua Abad Berdiri dan Masuk Generasi ke Lima, Ternyata Ini Sejarah Nama Toko Jamu Babah Kuya di Kota Bandung

Suara Bandung | Suara.com

Selasa, 07 Februari 2023 | 18:56 WIB
Masih Eksis Hingga Dua Abad Berdiri dan Masuk Generasi ke Lima, Ternyata Ini Sejarah Nama Toko Jamu Babah Kuya di Kota Bandung
Salah satu tanaman herbal yang ada di Toko Jamu Babah Kuya Kota Bandung (dokumen humas Bandung)

SuaraBandung.id - Masuk fase pandemi, kehadiran jamu tradisional menjadi primadona, masyarakat pun berbondong-bondong mengkonsumsi jamu tradisonal untuk menjaga stamina. 

Herbal pun akhirnya menjadi incaran karena dinilai lebih bermanfaat ketimbang obat-obatan kimia. Hingga akhirnya saat itu bisnis herbal atau jamu tradisional mengalami peningkatan pesat, salah satunya toko jamu legendaris yang sudah melayani pembeli sejak dua abad yang lalu. Tempat ikonik tersebut bernama Toko Jamu Babah Kuya.

Jauh sebelum pandemi, toko Babah Kuya menjadi salah satu toko jamu tradisional yang sudah dikenal hingga keluar Indonesia. Bahkan, warga diluar Kota Bandung pun tidak sedikit yang menjadi langganan di Babah Kuya. 

Toko Babah Kuya terletak di belakang Pasar Baru, tepatnya di Jalan Pasar Barat No. 44, Kecamatan Andir. Toko ini didirikan pada tahun 1838 oleh seorang laki-laki dengan segudang pengetahuan tentang obat-obatan tradisional.

Nama Toko Babah Kuya sendiri diambil dari pendiri pertama yang kerap disapa Babah Kuya oleh masyarakat setempat pada masanya.

Diketahui hingga saat ini toko jamu tersebut sudah masuk generasi ke lima dari pendiri awal. Aroma jamu herbal yang khas akan tercium begitu pelanggan masuk ke toko tersebut.

Hendra Tanuwirja selaku pemilik generasi ke lima dari toko Babah Kuya mengatakan, di tokonya tersedia berbagai macam jamu herbal dari tanaman tradisional dengan harga berbeda-beda, yang dipasok dari seluruh Indonesia.

"Di sini terdapat banyak jenis jamu, diantaranya yang berasal dari tanaman obat-obatan, seperti temulawak, kunyit, jahe, daun sirsak, dan lain-lain. Jamu dibanderol dengan harga mulai dari Rp10.000/ons sampai Rp200.000/ons," ucap Hendro. 

Tidak hanya itu, uniknya pembeli juga bisa berkonsultasi langsung atas penyakit yang dideritanya sehingga penjual dapat merekomendasikan obat apa yang cocok dengan penyakit tersebut.

"Di toko ini juga, pembeli bisa berkonsultasi terlebih dahulu tentang penyakit yang dialami. Lalu, kami akan memberikan rekomendasi jamu yang cocok untuk mengatasi penyakit tersebut," ujar Hendra secara menjelaskan toko Babah Kuya tidak memiliki cabang lain, alias hanya ada di Kota Bandung. Namun pembeli bisa membelinya melalui whatsapp owner.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspada! LPPOM MUI Ungkap Tidak Semua Jamu Halal, Ada Juga Loh Jamu Haram: Ini 3 Jenisnya

Waspada! LPPOM MUI Ungkap Tidak Semua Jamu Halal, Ada Juga Loh Jamu Haram: Ini 3 Jenisnya

Lifestyle | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 14:21 WIB

Ahli Botani Jepang Jual Jamu Tradisional Indonesia

Ahli Botani Jepang Jual Jamu Tradisional Indonesia

Malang | Rabu, 12 Oktober 2022 | 18:32 WIB

Kenalkan Obat Jawa, Ahli Botani Jepang Jual Jamu Tradisional Indonesia

Kenalkan Obat Jawa, Ahli Botani Jepang Jual Jamu Tradisional Indonesia

Jogja | Rabu, 12 Oktober 2022 | 16:19 WIB

Ahli Botani dan Ekologi Tumbuhan Jepang Jadikan Jamu Tradisional Indonesia Sebagai Obat Alternatif

Ahli Botani dan Ekologi Tumbuhan Jepang Jadikan Jamu Tradisional Indonesia Sebagai Obat Alternatif

Sulsel | Rabu, 12 Oktober 2022 | 14:06 WIB

Perubahan Gaya Hidup, UMKM di Kota Solo Terus Memperluas Pasar Minuman Jamu Tradisional

Perubahan Gaya Hidup, UMKM di Kota Solo Terus Memperluas Pasar Minuman Jamu Tradisional

Surakarta | Sabtu, 24 September 2022 | 18:53 WIB

Terkini

Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak

Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:03 WIB

Bukan Klimaks yang Final, Danur: The Last Chapter Terasa Kecil dan Lemah

Bukan Klimaks yang Final, Danur: The Last Chapter Terasa Kecil dan Lemah

Your Say | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:00 WIB

Selat Hormuz Membara, Emiten BABY Buka-bukaan Nasib Bisnis Pakaian Anak

Selat Hormuz Membara, Emiten BABY Buka-bukaan Nasib Bisnis Pakaian Anak

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:59 WIB

Penipuan Digital di Indonesia Meledak 4 Kali Lipat, Ini Cara Cegah Modus Dokumen Palsu yang Marak

Penipuan Digital di Indonesia Meledak 4 Kali Lipat, Ini Cara Cegah Modus Dokumen Palsu yang Marak

Tekno | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:59 WIB

Analisa: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran

Analisa: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:55 WIB

Memanas! Klub TOP Oss Bawa Status WNI Nathan Tjoe-A-On ke Jalur Hukum

Memanas! Klub TOP Oss Bawa Status WNI Nathan Tjoe-A-On ke Jalur Hukum

Bola | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:53 WIB

Skip Jakarta! Irene Red Velvet Umumkan Jadwal Tur Asia Pertama 'I Will'

Skip Jakarta! Irene Red Velvet Umumkan Jadwal Tur Asia Pertama 'I Will'

Your Say | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:53 WIB

Tesla Lolos dari Ancaman Recall 2 Juta Unit Mobil Listrik Terkait Fitur Mengemudi Satu Pedal

Tesla Lolos dari Ancaman Recall 2 Juta Unit Mobil Listrik Terkait Fitur Mengemudi Satu Pedal

Otomotif | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:52 WIB

Cara Atur Jadwal Puasa Syawal dan Qadha agar Selesai Sebelum Masuk Bulan Dzulqa'dah, Wajib Catat

Cara Atur Jadwal Puasa Syawal dan Qadha agar Selesai Sebelum Masuk Bulan Dzulqa'dah, Wajib Catat

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:52 WIB

Cara Daftar Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah Secara Online

Cara Daftar Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah Secara Online

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:51 WIB