SuaraBandung.id - Dr. Fahruddin Faiz menyebutkan, ada beberapa tanda ketika jiwa kita masih kotor.
Ilustrasi wadah yang kotor ketika dimasukan air bersih maka akan kebawa kotor, jadi harus di bersihkan terlebih dahulu.
Begitupun jiwa yang masih kotor, akan terus merasa kesulitan ketika menerapkan manfaat ilmu atau menjalani hidup.
Sesuai dengan ilustrasi di atas, sebanyak-banyak nya ilmu masuk kepada jiwa yang kotor pasti akan kesulitan melaksanakan fungsi ilmu, hikmah, ma’rifat.
Jiwa yang kotor menurut Dr. Fahruddin Faiz, “akan kesulitan beribadah kepadanya dan merasa sulit lezat dengan menyebutnya” dikutip dari Kanal YouTube Ngaji Filsafat, Senin (13/3/23)
Jiwa yang kotor akan merasa sibuk dengan hal-hal yang tidak bermakna, karenanya ia merasa dirinya cape tidak jelas padahal tidak ada manfaat bagi dirinya.
Ada sesuatu yang dicintai melebihi Allah SWT, karena jiwanya masih kotor jadi seakan-akan mencintai makhluk-nya itu merupakan segalanya.
Dr. Fahruddin Faiz mengatakan, jiwa yang kotor itu akan selalu tidak merasa cukup dengan apa yang didapatnya “perilaku berlebihan dalam hal apapun” pungkasnya.
Sumber: Kanal YouTube Ngaji Filsafat
Baca Juga: Fakta-fakta Kades Tewas Disuntik Mantri Di Banten