SuaraBandung.id - Buya Yahya menyebutkan bahwa dosa besar bagi orang yang meninggalkan puasa Ramadhan. Padahal Allah jelas memerintahkan untuk berpuasa supaya hamba-Nya bertakwa.
Berpuasa bukan hanya menahan lapar dan haus tapi juga hawa nafsu dan amarah dalam diri. Hal ini agar tujuan dari puasa yaitu menjadi orang yang bertakwa bisa dicapai.
Memangnya apa itu takwa? Menurut Buya Yahya orang bertakwa adalah orang yang pandai menahan amarah.
Meski demikian amarah pasti akan timbul di setiap diri manusia, bahkan Buya Yahya menyebutkan jika seseorang menahan amarahnya hari ini bisa jadi meledak di esok hari.
Namun yang terpenting ketika marah adalah tidak membuat reaksi negatif baik secara lisan atau perilaku.
“Semua orang mempunyai rasa dendam, amarah, tapi tak semua orang bisa menahannya. Makannya harus belajar, tahan dulu amarahnya, jangan bereaksi negatif, anda harus waspada dengan hawa nafsu dalam diri, agar termasuk orang bertakwa,” ucap Buya Yahya dikutip dari YouTube Buya Yahya (25/3/2023).
Buya Yahya menjelaskan, setelah menahan marah kepada orang lain maka langkah selanjutnya adalah berani memaafkan.
Memaafkan memang sulit apalagi banyak godaan setan dimana-mana dan membuat memaafkan jadi gengsi.
Namun Buya Yahya juga menekankan bahwa amarah yang mereda tak akan membuat hati bersih jika memaafkan belum terucap. (*)
Baca Juga: Cuma Satu Adonan Bisa untuk 7 Macam Kue Kering! Yuk Intip Resep Membuatnya, Hemat dan Praktis
Sumber : YouTube Buya Yahya