SuaraBandung.id - Ida Dayak sosok yang tengah ramai di media sosial karena metode penyembuhannya disebut-sebut akan menemui Raja Arab Saudi yaitu Raja Salman bahkan pertemuannya didampingi Presiden Jokowi
Pertemuan Ida Dayak dan Raja Salman yang didampingi oleh Jokowi ini mencuat setelah video yang diunggah oleh kanal YouTube Pelita Media 77 mengunggahnya pada (30/3/2023).
Dalam video berjudul “Semakin Mendunia, Bu Ida Diundang Raja Salman Untuk Pengobatan Salah Satu Keluarganya” ini memperlihatkan potret Ida Dayak, Raja Salman, hingga Jokowi dalam thumbnailnya.
Thumbnail dalam video yang sudah ditonton sebanyak 75 ribu penayangan itu bertuliskan “DIDAMPINGI LANGSUNG PRESIDEN JOKOWI IBU IDA DAYAK DIUNDANG RAJA SALMAN BANTU SEMBUHKAN SALAH SATU KELUARGANYA DI ARAB SAUDI.”
CEK FAKTA :
Dalam video berdurasi 5:26 itu narator menjelaskan bahwa Ida Dayak merupakan seorang tabib tradisional yang sudah terkenal di kancah internasional.
Narator dalam video juga menyebutkan bahwa Ida Dayak mempelajari ilmu penyembuhan dari nenek moyangnya yang asli dari Suku Dayak.
Di dalam video narator mengatakan bahwa penyembuhan Ida Dayak menggunakan ramuan herbal yang ada di sekitar tempat tinggalnya.
Gambar yang diperlihatkan dalam video adalah hal yang terus berulang. Hingga akhir video narator hanya menjelaskan latar belakang Ida Dayak.
Baca Juga: Alex Marquez Klaim Pole Position MotoGP Argentina
Tidak ada pembahasan mengenai Ida Dayak yang didampingi Jokowi untuk menemui Raja Salman di Arab Saudi.
KESIMPULAN :
Berdasarkan penelusuran tim SuaraBandung.id (1/4/2023), apa yang dinarasikan dan ditayangkan oleh kanal YouTube Pelita Media 77 tidaklah benar alias hoax.
Tidak ada penayangan atau pernyataan valid dalam video mengenai Presiden Jokowi mendampingi Ida Dayak menemui Raja Salman di Arab Saudi untuk menyembuhkan salah satu anggota keluarganya.
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta bandung.suara.com (Suara Network Jabar) mitra suara.com.
Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).