SUARA BANDUNG – Imsak dan sahur adalah bagian penting yang tidak terpisahkan dari bulan Ramadhan. Beragam cara dan kreasi di pelbagai daerah dilakukan warganya untuk membangunkan sahur.
Lalu apa perbedaan sahur dan imsak?
Sahur adalah istilah dalam agama Islam yang merujuk pada waktu makan (sahur) atau makanan yang dimakan sebelum waktu fajar atau sebelum memasuki waktu puasa Ramadan.
Hukum melaksanakan sahur adalah sunnah. Makanan ini dimakan pagi-pagi sekali, sebelum sholat Subuh dan waktu imsak.
Sahur dimaksudkan untuk memberikan rezeki atau kekuatan untuk menjalani puasa hari yang akan datang.
Setiap muslim yang akan berpuasa, dianjurkan bangun pagi untuk sahur dan mengkonsumsi makanan yang bergizi untuk membantu menopang tubuh sepanjang hari berpuasa.
Sedangkan imsak adalah aba-aba memasuki waktu puasa, di mana umat Islam harus siap berhenti makan dan minum serta bersiap diri untuk sholat Subuh.
Bolehkan kita melanjutkan makan sahur ketika sudah memasuki waktu imsak?
"Imsak hanya di Indonesia karena bermazhad Imam Syafi'i. Biasanya, imsak ini berlangsung sekitar 10 menit sebelum adzan Subuh," kata Ustadz Abdul Somad dalam Instagram @ceramah.uas (2/4/2023).
"Imsak ini aba-aba, lampu kuning. Bukan lampu merah," tambahnya.
Jadi, ketika kita memasuki waktu imsak, masih diperbolehkan untuk makan sahur. Namun ketika sudah berkumandang adzan Subuh, hentikan segera hal-hal yang dapat membatalkan puasa.
Sebab waktu puasa telah tiba, waktu puasa telah dimulai.
Sehingga penting juga untuk mengamati waktu imsak dan menahan diri dari makan atau minum sampai waktu sholat Subuh, untuk menjaga kita agar tidak melebihi waktu sahur sampai masuk atau bahkan melewati waktu Subuh. (*)
Sumber: Instagram @ceramah.uas