Pemanasan Global Bukan Fenomena Alam Biasa, Seberapa Sanggup Manusia Menghentikan Perubahan Iklim?

Suara Bandung | Suara.com

Sabtu, 29 April 2023 | 08:26 WIB
Pemanasan Global Bukan Fenomena Alam Biasa, Seberapa Sanggup Manusia Menghentikan Perubahan Iklim?
Ilustrasi perubahan iklim. Hal yang harus diperhatikan adalah pemanasan global dan perubahan iklim terjadi akibat perubahan intensitas matahari, variasi orbit bumi, letusan gunung api, dan lainnya. (/pixabay.com)

SUARA BANDUNG - Pemanasan global bukan fenomena alam biasa, seberapa sanggup manusia menghentikan perubahan iklim?

Ada pertanyaan besar, apa yang akan terjadi jika pemanasan global terus terjadi? Apakah manusia bisa menghentikan perubahan iklim?

Sebelum menjawab dua pertanyaan tersebut ada deskripsi tentang bahayanya pemanasan global.

Kemudian yang harus diketahui sebagai pengetahuan bersama adalah jika pemanasan global bukan fenomena alam biasa.

Hal yang harus diperhatikan adalah pemanasan global dan perubahan iklim terjadi akibat perubahan intensitas matahari, variasi orbit bumi, letusan gunung api, dan lainnya. 

Melihat itu semua, perubahan iklim dari zaman ke zaman bukan hanya fenomena alam biasa.

Saat ini dinilai paling mengerikan dan menakutkan adalah perubahan iklim terjadi jauh lebih cepat dan parah, dibandingkan siklus yang diperkirakan. 

Dikutip dari konten Youtube Context ID berjudul Akibat Perubahan Iklim, Nasib Dunia di Ujung Tanduk? Jika dulu suhu maksimal paling tinggi sebesar 58 derajat celcius, nanti akan jauh lebih tinggi daripada itu. 

Perubahan tersebut, sangat dipengaruhi oleh penduduk dunia yang terus bertambah dan jauh lebih banyak dibandingkan ribuan tahun yang lalu. 

Hal mengerikan dari dampak itu semua adalah, jika pemanasan global akan membuat es di kutub mencair, lalu permukaan air terus naik, maka akan ada bencana dialami banyak orang di pesisir pantai yang rumahnya tenggelam. 

Nah, hal paling mengerikan, penyebab bencana akibat perubahan iklim ini bukan cuma kenaikan air laut saja. 

Akan ada dampak domino yang juga mengancam kehidupan dengan jatuhnya banyak korban jiwa dan kerugian lainnya. 

Misal, bencana akibat dampak mengerikan dari perubahan iklim adalah banjir di Pakistan pada Agustus kemarin telah menewaskan 1000 penduduk setempat. 

Bencana banjir Pakistan tersebut adalah dampak perubahan iklim yang jauh lebih besar dibandingkan ratusan tahun yang lalu.

Bagaimana dampak banyaknya bencana lain di dunia? Bagaimana bisa? 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Muka Bumi Berubah-ubah Tiap Zaman? Ini Bukti dan Bahaya Radiasi Matahari yang Mengintai

Muka Bumi Berubah-ubah Tiap Zaman? Ini Bukti dan Bahaya Radiasi Matahari yang Mengintai

| Jum'at, 28 April 2023 | 19:04 WIB

Kekhawatiran Penangkapan Ikan Ilegal hingga Konflik Geopolitik Imbas Perubahan Iklim

Kekhawatiran Penangkapan Ikan Ilegal hingga Konflik Geopolitik Imbas Perubahan Iklim

Video | Selasa, 25 April 2023 | 08:00 WIB

Terkini

Comeback Solo Paling Dinanti: T.O.P Bikin Galau Brutal Lewat Lagu 'Desperado'

Comeback Solo Paling Dinanti: T.O.P Bikin Galau Brutal Lewat Lagu 'Desperado'

Your Say | Sabtu, 04 April 2026 | 16:35 WIB

Modal Rp80 Jutaan Sudah Bisa Bawa Pulang Honda Brio Bekas, Cocok Buat Mobil Pertama

Modal Rp80 Jutaan Sudah Bisa Bawa Pulang Honda Brio Bekas, Cocok Buat Mobil Pertama

Otomotif | Sabtu, 04 April 2026 | 16:32 WIB

5 Motor Bekas Buat Gofood yang Andalan, Makin 'Sat-set' Antar Orderan

5 Motor Bekas Buat Gofood yang Andalan, Makin 'Sat-set' Antar Orderan

Otomotif | Sabtu, 04 April 2026 | 16:30 WIB

Cimoy Montok Resmi Menikah, Gaun Pengantin Banjir Pujian

Cimoy Montok Resmi Menikah, Gaun Pengantin Banjir Pujian

Entertainment | Sabtu, 04 April 2026 | 16:30 WIB

Kenapa Harga Batu Bara Dunia Anjlok? Peran China dan India Jadi Sorotan

Kenapa Harga Batu Bara Dunia Anjlok? Peran China dan India Jadi Sorotan

Sumsel | Sabtu, 04 April 2026 | 16:29 WIB

Tubaba Jadi Primadona Baru: Mengintip Rahasia 70 Ribu Wisatawan 'Serbu' Destinasi Religi di Lampung

Tubaba Jadi Primadona Baru: Mengintip Rahasia 70 Ribu Wisatawan 'Serbu' Destinasi Religi di Lampung

Lampung | Sabtu, 04 April 2026 | 16:26 WIB

Urutan Skincare Wardah Lightening Series Pagi dan Malam untuk Kulit Berminyak

Urutan Skincare Wardah Lightening Series Pagi dan Malam untuk Kulit Berminyak

Lifestyle | Sabtu, 04 April 2026 | 16:21 WIB

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:15 WIB

Hacksaw Ridge: Manifestasi Iman di Tengah Neraka Perang, Malam Ini di Trans TV

Hacksaw Ridge: Manifestasi Iman di Tengah Neraka Perang, Malam Ini di Trans TV

Entertainment | Sabtu, 04 April 2026 | 16:14 WIB

Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu

Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:08 WIB