Muka Bumi Berubah-ubah Tiap Zaman? Ini Bukti dan Bahaya Radiasi Matahari yang Mengintai

Suara Bandung

Jum'at, 28 April 2023 | 19:04 WIB
Muka Bumi Berubah-ubah Tiap Zaman? Ini Bukti dan Bahaya Radiasi Matahari yang Mengintai
Ilustrasi cuaca panas. Suhu udara semakin panas dan juga membuat tidak nyaman. Namun, apakah tahu apa penyebab itu semua terjadi? (suara.com/Shutterstock)

SUARA BANDUNG - Muka bumi berubah-ubah tiap zaman? Ini bukti dan bahaya yang mengintai.

Disadari atau tidak jika saat ini suhu di dunia dan juga Indonesia mengalami perubahan drastis.

Suhu udara semakin panas dan juga membuat tidak nyaman. Namun, apakah tahu apa penyebab itu semua terjadi?

Jika manusia tetap pada pendiri yang masa bodoh, maka bahaya sedang mengintai dan pasti akan terjadi, yakni puncak pemanasan global.

Kekinian, sudah dirasakan cuaca panas. Hampir suami wilayah khusunya beberapa negara di Asia sedang dilanda cuaca panas.

Merujuk pada informasi yang dikutip dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), disebutkan suhu maksimum harian yang penah tercatat mencapai 37,2 derajat Celsius.

Angka itu sangat tidak normal, namun semua telah tercatat dalam pengamatan stasiun BMKG di Ciputat pada Selasa (25/4/2023). 

Sampai saat ini, jika suhu maksimum yang berada dalam kisaran 3,4 derajat Celsius hingga 3,6 derajat Celsius di sejumlah kota di tanah air.

Dilansir bandung.suara.com dari akun Instagram @infobmkg, Sabtu (22/4/2023), 
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Dodo Gunawan menyebut ada lima penyebab Indonesia memiliki suhu yang lebih panas.

baca juga

Dikatakannya, saat ini terjadi dinamika atmosfer yang tidak biasa. Kemudian kedua adalah suhu panas bulan April di wilayah Asia Selatan.

Dijelaskan, jika secara klimatologis sangat dipengaruhi gerak semu Matahari, sehinghga terjadi lonjakan panas tahun 2023 adalah yang terparah. 

Lalu yang ketiga adalah terjadi tren pemanasan global dan perubahan iklim. Bisa disebut juga dengan gelombang panas "heatwave". Hal itu berpotensi terjadi 30 kali lebih sering.

Kemudian yang keempat adalah adanya dominasi monsun Australia, dan Indonesia memasuki musim kemarau.

Sedangkan yang kelima terjadinya intensitas maksimum radiasi Matahari pada kondisi cuaca cerah dan kurangnya tutupan awan. 

Dampak suhu panas di Indonesia

Merujuk pada pernyataann Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, dampak paling terasa pada suhu panas yang sedang terjadi bisa dirasalam tubuh. 

Jika secara langsung sering terpapar cuaca panas maka akan menganggu kesehatan. 

"Seseorang akan mengalami masalah kesehatan yang disebut heatstroke atau disebuut juga dampak cuaca panas bagi tubuh," ujarnya.

Kondisi saat tubuh terkena heatstroke, artinya kondisi tubuh tidak bisa mengontrol suhu badan. 

Dan jika itu sudah terjadi maka, Anda masuk dalam kondisi paling berat akibat cuaca panas. 

Dampak lain yang sering dialami tubuh adalah adalah dehidrasi di mana kondisi ketidakseimbangan yang ditandai dengan defisiensi atau kekurangan cairan dan elektrolit. 

Yakin, perubahan iklim gak penting?

Sejak penciptaan bumi pada 4.5 miliar tahun lalu, telah terjadi perubahan iklim bumi secara drastis.

Dikutip dari konten Youtube Context ID berjudul Akibat Perubahan Iklim, Nasib Dunia di Ujung Tanduk? Bukti paling kuat dan tercatat dalam sejarah adalah adanya zaman es yang terjadi berulang kali.

Kondisi tersebut, suhu bumi pun berubah, dan terus memanas karena alam bisa membuat pemanasan global. 

Pernah terjadi fenomena di mana lapisan es hampir menutupi sebagian besar daratan Amerika.

Kemudian lapisan es juga melapisi daratan Asia dan Eropa yang membuat CO2 dan gas rumah kaca menjadi bertambah banyak. 

Saat itu yang terjadi adalah suhu global rata-rata mengalami peningkatan sampai 5 derajat dari zaman es terakhir. 

Kondisi tersebutlah yang membuat air menjadi lebih hangat. Kemudian berpengaruh pada   suhu yang menjadi jadi lebih panas, dan otomatis pola sirkulasi laut dan atmosfir juga berubah-ubah setiap waktu. 

Hal paling menarik dari fenomena pemanasan global adalah membuat tampilan muka bumi selalu berubah-ubah tiap zaman. 

Contoh yang bisa disaksikan adalah, tahun kemarin geger dengan adanya penemuan pulau baru  yang diakibatkan pasang-surut air laut. 

Munculnya pulau baru ini disebabkan iklim yang berubah. Kemudian, hal lan yang ikut beprngaruh adalah gerakan tektonik bawah laut. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Heboh Cuaca Panas Ekstrem Landa India, hingga Lelehkan Jalanan Beraspal!

Heboh Cuaca Panas Ekstrem Landa India, hingga Lelehkan Jalanan Beraspal!

Bandung | Selasa, 25 April 2023 | 10:00 WIB

Gempa Susulan dan Banjir Menerpa Wilayah Cianjur Hari Ini

Gempa Susulan dan Banjir Menerpa Wilayah Cianjur Hari Ini

Bandung | Minggu, 26 Maret 2023 | 23:18 WIB

Hujan Tak Kunjung Reda di Bandung Jawa Barat, BMKG Beri Peringatan!

Hujan Tak Kunjung Reda di Bandung Jawa Barat, BMKG Beri Peringatan!

Bandung | Senin, 27 Februari 2023 | 17:30 WIB

Prakiraan Cuaca Bandung , Rabu 1 Februari 2023: Menuju Siang Hujan Ringan sampai Petang

Prakiraan Cuaca Bandung , Rabu 1 Februari 2023: Menuju Siang Hujan Ringan sampai Petang

Bandung | Rabu, 01 Februari 2023 | 06:42 WIB

Siang sampai Petang Hujan Lebat, Prakiraan Cuaca Bandung , Selasa 31 Januari 2023

Siang sampai Petang Hujan Lebat, Prakiraan Cuaca Bandung , Selasa 31 Januari 2023

Bandung | Selasa, 31 Januari 2023 | 07:33 WIB

Terkini

7 Cara Efektif Mencegah Nyamuk Masuk Rumah, Sederhana tapi Sering Dilupakan

7 Cara Efektif Mencegah Nyamuk Masuk Rumah, Sederhana tapi Sering Dilupakan

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 10:51 WIB

Kelangkaan BBM Meluas, IESR Sebut Ketahanan Energi Cuma di Atas Kertas

Kelangkaan BBM Meluas, IESR Sebut Ketahanan Energi Cuma di Atas Kertas

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:49 WIB

6 Rekomendasi Sepeda MTB Full Suspension Termurah di Bawah Rp4 Juta untuk Pemula

6 Rekomendasi Sepeda MTB Full Suspension Termurah di Bawah Rp4 Juta untuk Pemula

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:48 WIB

Maudy Ayunda Dituding Main Aman, Netizen Sindir Telak: Lulusan Stanford tapi Memalukan

Maudy Ayunda Dituding Main Aman, Netizen Sindir Telak: Lulusan Stanford tapi Memalukan

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 10:44 WIB

Noda Tinta di Pakaian Susah Hilang? Ini Cara Membersihkannya Tanpa Merusak Kain

Noda Tinta di Pakaian Susah Hilang? Ini Cara Membersihkannya Tanpa Merusak Kain

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 10:43 WIB

Houthi Kusai Garis Pantai Laut Merah, Bab el-Mandeb Bisa Senasib Selat Hormuz

Houthi Kusai Garis Pantai Laut Merah, Bab el-Mandeb Bisa Senasib Selat Hormuz

News | Senin, 14 September 2026 | 10:42 WIB

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:39 WIB

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 10:38 WIB

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:35 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:33 WIB

×