SUARA BANDUNG – Liburan di Indonesia selain bisa menikmati pemandangan alam yang menawan, sekaligus juga bisa menyaksikan beragam atraksi yang menantang. ‘Sekali mandayung, dua-tuga pulau terlampaui.’
Olahraga-olahraga di bawah ini merupakan olahraga yang lahir dari kebudayaan warga setempat yang menjadikannya otentik dan pastinya sangat unik.
Dalam hal ini, sebutan untuk olahraga kebudayaan tersebut adalah Sport Tourism, sangat cocok untuk para Penyuka Tantangan.
Sport tourism adalah pariwisata berpadu dengan olahraga. Indonesia yang terdepan, loh! Karena tak hanya alamnya yang memesona, tapi ragam olahraga tradisionalnya juga kaya akan budaya.
Lompat Batu, Nias
Tradisi yang awalnya dilakukan sebagai syarat pemuda untuk mengikuti perang ini berkembang menjadi pertunjukan yang menarik wisatawan. Gimana enggak, batu yang dilompati tingginya 2 meter dan lebar 39 cm!
Pacu Jalur, Riau
Bukan olahraga mendayung biasa, olahraga tradisional Riau ini menampilkan keindahan seni pada perahu-perahu raksasa sepanjang 25-39 meternya. Satu perahu bisa berisi sampa 39 pendayung, lho!
Pacu Jawi, Sumatera Barat
Baca Juga: Tayang Hari Ini, Drama Korea Heartbeat yang Dibintangi Taecyeon Bertemakan Vampir
Sebagai ungkapan syukur atas hasil panen, masyarakat mengadakan balapan sapi di sawah-sawah yang berlumpur. Uniknya, joki akan menggigit ekor sapi agar lebih cepat berlari!
Perahu Sandeq, Sulawesi Barat
Perahu yang desainnya sudah berusia 3000 tahun ini digadang-gadang sebagai perahu tercepat di dunia, loh. Konon kecepatannya bisa mencapai sekitar 53km/jam. Lomba mengarungi lautan ini tidak boleh dilewatkan.
Sandalwood Sumba, Nusa Tenggara Timur
Atraksi ini menyuguhkan ratusan ekor kuda poni khas sumba, yaitu Sandalwoos. Kuda akan diberi dekorasi unik dan penunggangnya akan memakai pakaian tradisional. Pengunjung juga bisa ikutan berkuda, loh.
Pacuan Kuda Gayo, Aceh
Pacuan kuda ini merupakan tradisi turun temurun masyarakat Gayo untuk menyambut dan merayakan masa panen, biasanya antara Agustus dan September. Berawal dari budaya turun temurun, sekarang menjadi daya tarik wisata. (*/Alina)
Sumber: Instagram @sandiagauno @kemenparekraf.id