SUARA BANDUNG - Buya Yahya menjelaskan perihal hukum membuka aib di depan psikolog saat berkonsultasi, bagi umat muslim.
Berdasarkan ajaran Islam, Buya Yahya menyebut jika seseorang yang membuka aib di depan psikolog, maka hukumnya boleh, namun ada batasannya.
Menurut Buya Yahya, persoalan mental itu penting. Oleh karena itu, seorang yang berkonsultasi pada psikolog bisa menceritakan apa yang ia rasakan, termasuk aib.
Namun, tidak perlu detail sekali, jika dirasa bisa mencurahkan hal tersebut melalui garis besarnya saja.
Sedangkan untuk psikolog, harus bisa diamanahi dengan benar sehingga cerita apapun yang dilontarkan oleh pasien tidak bocor.
Seorang psikolog dikatakan Buya Yahya wajib mempelajari terkait ilmu adab.
Supaya bisa mempraktekkan ilmu psikologinya, sekaligus menerapkan ajaran islam agar jangan sampai tersebar kepada siapapun.
Tak cuma untuk psikolog, hal tersebut juga dianjurkan dilakukan oleh seorang psikiater.
"Seorang psikiater pun juga begitu, anda harus punya tanggung jawab di hadapan Allah. Kapan memberi obat, jangan kemalasan anda bertanya langsung dikasih obat. Karena perlu juga diberi solusi," tegas Buya Yahya, dikutip dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Minggu (20/8/2023).
Baca Juga: Jelang Laga Liga 1 Persib Bandung vs PSIS Semarang, Warganet: Kocar-kacir
Buya Yahya juga menambahkan jika psikiater diwajibkan jujur, apabila tidak mendapatkan jalan keluar atas permasalahan pasien, maka sebaiknya meminta bantuan psikolog lain.(*)