SUARA BANDUNG - Justinus Lhaksana atau yang kerap dipanggil Coach Justin mengakui tangan dingin Shin Tae Yong sebagai pelatih Timnas Indonesia, namun kecewa pada PSSI.
Dikatakan Coach Justin bahwa Shin Tae Yong berhasil mengarsiteki Timnas Indonesia dengan penuh keberanian, yakni memotong generasi dan fokus pada usia muda untuk dijadikan skuad utama Garuda.
Meski mengaku keberhasilan Shin Tae Yong, Coach Justin justru kecewa pada PSSI terutama untuk urusan Piala Dunia U-17.
Terang-terangan, Coach Justin menyebut jika pembinaan untuk Timnas U-17 menjelang laga Piala Dunia U-17 dari PSSI, dinilai tidak niat.
"Kalau gue bilang, lebih nggak niat ya," kata Coach Justin dikutip dari kanal YouTube Buddyku Official, Senin (11/9/2023).
Sebab, pembinaan dan kompetisi berjenjang dari usia muda. Coach Justin merasa kasihan dengan Coach Bima Sakti.
Karena akhirnya memiliki beban yang cukup berat dengan keputusan Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang mengambil peluang untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17.
Padahal, kompetisi Internasional sepakbola berjenjang umur sudah ada sejak dulu, namun PSSI seolah mengabaikan hal tersebut.
Ditambah, negara-negara lain sudah lama fokus pembinaan dari usia muda, sehingga jika perhelatan akbar tersebut digelar tinggal mengambil beberapa pemain yang sudah dibina.
Baca Juga: Persib Bandung Kalah 0-4 dari Borussia Dortmund, Bobotoh Tetap Terhibur: Lucu Banget..
"Cuman gue kasihan sama Coach Bima, negara lain, Spanyol, Brasil, itu tinggal metik pemainnya. U-17 kompetisinya di sini, sini, sini, mereka tinggal scaouting, bahkan mungkin nggak perlu scouting, udah ada datanya," terangnya.
"Kita ambil, ambil, ambil, kita seleksi 40-50 orang, turun 28 yang berangkat. Lah Bima? Dikasih Hamdan, gue nggak tahu juga, dia kan orang Menpora yang punya banyak data, kalau nggak salah 350. Dalam hati gue,' Gila lo, waktu tinggal berapa bulan, lo harus seleksi orang yang lo nggak kenal sama sekali," tambah dia.(*)