SUARA BANDUNG - Perkara tes DNA ulang terhadap Denny Sumargo, yang dilayangkan oleh DJ Verny Hasan masih belum usai.
Setelah Ikeyda angkat bicara mengenai kehamilan sahabatnya, terkini dr. Richard Lee mengundang dokter forensik dari RSCM, yang menjadi tempat di mana tes DNA Denny Sumargo empat tahun silam.
Kedatangan dr. Ade Firmansyah selaku dokter forensik RSCM tentunya guna menjelaskan mengenai prosedur pelaksanaan tes DNA, termasuk kemungkinan adanya kesalahan dalam menyimpulkan hasil tes.
Hal tersebut, seolah menjawab keresahan yang dirasa Verny Hasan mengenai hasil tes DNA empat tahun silam terkait anaknya.
Verny Hasan belakangan ini meminta adanya tes DNA ulang, karena tidak yakin dengan hasil yang diterimanya beberapa tahun lalu.
![Denny Sumargo [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/suara-partners/bandung/thumbs/1200x675/2023/09/09/1-denny-sumargo.jpg)
Sebagaimana disampaikan Ikeyda, Verny Hasan justru meyakin bila Denny Sumargo ayah biologis dari anak kandung sang DJ.
Apalagi, wajah anak Verny Hasan ini disebut-sebut memiliki kemiripan dengan Denny Sumargo.
dr. Ader Firmansyah menjelaskan, mengenai probabilitas dalam tes DNA. Bila probabilitas tes DNA tidak mungkin 100 persen, melainkan maksimal 99,99 persen, dikarenakan hanya mengambil 23 lokus, menurutnya.
Meski tidak mencapai angka sempurna, tetapi persentase tersebut bisa dijadikan dasar untuk pengakuan anak biologis.
Baca Juga: Ferry Irawan Buktikan soal Nafkah dan Bantah Lakukan KDRT, Venna Melinda: Terima Kasih, Memang...
"Dari 23 lokus itu, kita punya beberapa probability. Makanya keluarnya pasti probability. Tapi, nggak mungkin 100 persen, makanya begitu 99,99 persen, itu sudah pasti (anak biologis," kata dr Ade Firmansyah.
Terkait penjelasan dr Ade Firmansyah ini rupanya membuat pemilik produk kecantikan itu tertawa. Ia mengaku mengerti jalan pikiran Verny mengenai tantangan tes DNA ulang.
"Sekarang saya mengerti kenapa VH ingin tes ulang, mungkin dia merasa dia 0,000001 persen itu," kata dr Richard Lee bercanda.
Selain itu, dr Ade Firmansyah menegaskan, bila probabilitas nilainya 0 persen dapat diartikan tidak ada keterkaitan biologis antara ayah dan anak.
"Kalau 0 persen berarti bukan ya?," kata dr Richard Lee.
"Bukan," kata dr Ade Firmansyah.