SUARA BANDUNG - Timnas Indonesia U-24 asuhan Indra Sjafri yang harus tunduk pada China Taipei di kualifikasi Asian Games, mulai ramai dibahas.
Beberapa pengamat sepak bola menyoroti superioritas penguasaan bola dari para pemain Timnas Indonesia U-24 atas China Taipei, seperti ciri khas kental dari Indra Sjafri.
Akan tetapi, Indra Sjafri bersama Timnas Indonesia U-24 dinilai minim kreativitas, sehingga China Taipei bisa membobol gawang Skuad Garuda dan menang 1-0 pada laga tersebut.
Kelemahan taktik itulah yang membuat Indra Sjafri dan Timnas Indonesia U-24 harus sabar menunggu pertandingan berikutnya melawan Korea Utara, untuk bisa lolos ke 16 besar Asian Games 2022.
"Kalau kita bicara soal penguasaan bola, Indonesia di laga ini sangat amat superior. 81% berbanding 19% penguasaan bola," kata Tommy Desky, melalui kanal YouTube-nya, Kamis (21/9/2023).
"Jika kita bicara gagasan yang dimiliki oleh Coach Indra Sjafri, maka nggak bisa dilepaskan dengan penguasaan bola. Baik itu pada saat beliau menjadi pelatih Timnas, atau menjadi pelatih klub, dulu pernah, Bali United. Penguasaan bola," lanjutnya.
Namun, segi kreativitas para pemain Timnas U-24 di lapangan saat menghadapi China Taipei, dianggap tidak muncul.
"Tapi dari segi kreativitas, itu sangan inferior," tegasnya.
Selain itu, Tommy Desky juga menyinggung perbandingan performa China Taipei saat kuaifikasi Piala Asia U-23 dengan ajang Asian Games kali ini.
Ia menyebut bahwa persoalan organisasi cukup mempengaruhi. Terlebih ketika mereka tampil dan digunduli Timnas Indonesia U-23 bersama Shin Tae Yong di kualifikasi Piala Asia dengan skor telak 9-0.
Namun, ketika laga Asian Games, nampak organisasi mereka lebih rapi dan mampu memanfaatkan beberapa peluang serta sigap bertransformasi.
Selain itu, pemanfaatan servis bola-bola mati yang biasanya dimainkan oleh Shin Tae Yong untuk Timnas Indonesia, juga tak berhasil dioptimalkan oleh arahan Indra Sjafri malam tadi.(*)