SUARA BANDUNG - Beredar kabar bahwa pelatih Timnas Malaysia mengaku dipaksa untuk meniru strategi Shin Tae Yong dalam mendidik Timnas Indonesia.
Rumor perihal pengakuan pelatih Timnas Malaysia terkait tiru Shin Tae Yong dalam menahkodai Timnas Indonesia itu, dibagikan oleh kanal YouTube Warta Informasi pada hari Sabtu (23/9/2023).
Dalam video berdurasi 5 menit, 19 detik itu, dituliskan judul yang menyebut bahwa pelatih Timnas Malaysia, Kim Pan-gon melakukan langkah mirip seperti Timnas Indonesia yang diarsiteki Shin Tae Yong.
Pada sampul video pun tertulis rumor yang sama, terkait pengakuan Kim Pan-gon selaku pelatih Timnas Malaysia yang menyatakan adanya paksaan supaya dirinya meniru langkah Shin Tae Yong bersama Timnas Indonesia.
Menit awal video, ditampilkan beberapa tayangan pemberitaan dari media massa setempat dan para pengamat sepak bola di Malaysia, terkait Kim Pan-gon, untuk melatih Timnas Malaysia U-23.
Narator menyebut jika Kim Pan-gon tak hanya berpeluang melatih Timnas Malaysia di kelompok umur sekaligus senior, seperti layaknya Shin Tae Yong (STY).
Setelahnya narator membacakan informasi terkait perjalanan STY dalam membawa Timnas Indonesia U-23 ke ajang Piala Asia U-23.
Lantas lompat kembali pada informasi nama Kim Pan-gon yang dilirik untuk sekaligus menangani Timnas U-23 Malaysia oleh FAM.
Hingga video berakhir, tidak ada penjelasan terkait paksaan untuk Kim Pan-gon meniru Shin Tae Yong.
Baca Juga: Telah Membaik dan Sehat Kembali, Sosok Ini Ungkap Masih Ada Hal Ghaib di Rumah Selebgram Cilik Lala
Maka kabar dari kanal YouTube Warta Informasi di atas, bersifat misleading dan hoaks. Rumor tersebut bisa menyebabkan kesalahpahaman, terutama jika tidak menontonnya secara keseluruhan.
Sebab, penunjukkan Kim Pan-gon untuk sekaligus menangani Timnas U-23 Malaysia, belum tentu karena ingin meniru STY di Timnas Indonesia.
Termasuk rumor paksaan yang ditulis pada sampul video, tak bisa dibuktikan secara valid.
Catatan Redaksi:
Ini adalah salah satu artikel yang masuk dalam konten cek fakta bandung.suara.com, dibuat dengan sumber yang jelas namun tidak bisa dijadikan rujukan karena masih berpotensi salah informasi.
Publik dipersilakan memberikan kritik melalui kolom komentar atau menghubungi Redaksi Suara.com melalui email [email protected].(*)